Pakar Psikologi Unair menyebut adaptasi lingkungan baru jadi tantangan mental utama mahasiswa baru. Simak tips menjaga kesehatan mental di sini.
Memasuki dunia perkuliahan menjadi babak baru yang penuh tantangan bagi mahasiswa baru. Selain mempersiapkan kemampuan akademik, kesiapan mental juga menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, membangun relasi, serta menghadapi berbagai tuntutan selama menempuh pendidikan tinggi.
Dr Dewi Retno Suminar, Dra MSi Psikolog, Pakar Psikologi Perkembangan dan Pendidikan Universitas Airlangga (Unair), menjelaskan bahwa tantangan mental yang paling sering dialami mahasiswa baru adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang benar-benar baru. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi fondasi penting untuk mendukung keberhasilan belajar di perguruan tinggi.
“Tantangan terbesar adalah adaptasi dengan lingkungan baru, mengingat teman maupun suasana yang juga baru. Kegagalan dalam beradaptasi menjadi sumber tantangan mental utama bagi mahasiswa baru,” ujar Dewi, Jumat (31/7/2026).
Dewi menjelaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif atau kecerdasan akademik. Proses pembelajaran di perguruan tinggi juga melibatkan aspek sosial-emosional dan perilaku.
Pendidikan tinggi menuntut mahasiswa memiliki tanggung jawab, kemandirian, serta kemampuan mengelola diri. Sehingga kepintaran saja belum cukup untuk menunjang keberhasilan selama kuliah.
Ia menyarankan mahasiswa baru mulai membangun keterhubungan sosial sejak hari pertama di kampus. Bergabung dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) menjadi salah satu langkah yang efektif karena mempertemukan mahasiswa dengan teman-teman yang memiliki minat serupa.
Interaksi tersebut dapat menciptakan rasa nyaman sekaligus mempercepat proses adaptasi sehingga risiko mengalami stres dan kecemasan dapat diminimalkan.
“Wajib bagi mahasiswa baru mencoba mendapatkan teman. Interaksi dengan teman yang memiliki minat yang sama akan membantu proses adaptasi dan menjadi dukungan ketika menghadapi kecemasan maupun stres,” jelasnya.





