Iran Siaga Penuh Jelang Pemakaman Khamenei

Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran. - Press TV

Iran memperingatkan AS dan Israel agar tidak mengacaukan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.

​Pemerintah Iran saat ini menyiapkan pengamanan super ketat untuk mengawal prosesi pemakaman almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Rangkaian upacara berkabung ini mulai berlangsung di Teheran pada 4 Juli hingga puncaknya pada 9 Juli mendatang di Mashhad.

Kematian Khamenei akibat serangan gabungan AS dan Israel pada Februari lalu masih menyisakan ketegangan, sehingga pemerintah mengambil langkah antisipasi maksimal.

Bacaan Lainnya
​Peringatan Keras untuk AS dan Israel

​Ketegangan masih menyelimuti Timur Tengah meski konflik sempat memasuki fase gencatan senjata. Teheran secara khusus menyoroti potensi ancaman dari luar selama masa berkabung dan meminta musuh-musuhnya menahan diri.

​Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, melontarkan ancaman tegas terkait potensi gangguan ini.

“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama AS dan rezim Zionis, untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami,” tegas Abdollahi pada Kamis lalu.

​Peringatan ini merespons manuver Israel yang sebelumnya menargetkan Pemimpin Tertinggi baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Imbas situasi yang memanas, perwakilan AS dan Iran memilih menunda sementara perundingan damai di Doha hingga seluruh prosesi pemakaman selesai.

​Strategi Pengamanan Lintas Negara

​Selain menghadapi ancaman eksternal, otoritas keamanan Iran juga harus bekerja ekstra keras mengendalikan jutaan pelayat yang akan membanjiri jalanan.

Rute pemakaman melintasi beberapa wilayah penting, mulai dari Teheran, persinggahan di Najaf dan Karbala (Irak), Qom, hingga tempat peristirahatan terakhir di Mashhad.

​Gubernur Provinsi Razavi Khorasan, Gholamhossein Mozaffari, menjelaskan rencana mitigasi wilayahnya. Mozaffari menyatakan pihaknya siap mengerahkan helikopter selama prosesi berlangsung.

Langkah ini bertujuan mengelola kerumunan massa yang masif sekaligus memastikan pergerakan peti mati tetap aman hingga ke makam Imam Reza.

​Belajar dari Tragedi Masa Lalu

​Pemerintah Iran tampaknya belajar banyak dari pengalaman masa lalu. Mereka merancang operasi keamanan terbesar ini agar tragedi mematikan tidak kembali terulang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan