Tembus Rp0,5 M, Temu Alumni FSH UIN Jakarta Galang Donasi Pendidikan

​Temu Alumni Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta sukses kumpulkan donasi pendidikan senilai Rp523 juta untuk sarana studi. - Dok. FSH UIN Jakarta
Temu Alumni Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta sukses kumpulkan donasi pendidikan senilai Rp523 juta untuk sarana studi.

​Reuni akbar yang berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026 ini menjadi bukti nyata kuatnya jejaring lintas generasi. Dana ratusan juta rupiah tersebut menderas, menandakan solidaritas nyata alumni FSH UIN Jakarta yang berkomitmen mendorong keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Angka ini bahkan diproyeksikan terus melonjak seiring bertambahnya komitmen donasi dari para lulusan.

​Kolaborasi Sulap Ruang Kelas Jadi ‘Smart Class’

​Dari total donasi yang masuk, panitia mengalokasikan Rp300 juta secara khusus untuk menyulap ruang kelas konvensional menjadi fasilitas smart class. Banyak tokoh hebat lintas generasi turun tangan langsung merealisasikan program ini.

Bacaan Lainnya

Mantan Hakim Konstitusi Dr. Wahiduddin Adams, SH., MA., Komisaris BRI Lukmanul Hakim, hingga keluarga besar hakim agama alumni FSH ikut patungan. Menariknya, Guru Besar FSH Prof. Asep Syarifuddin Hidayat, SH., MA. bahkan mendedikasikan dua ruangan atas nama kedua orang tuanya.

​Keluarga hakim agama juga berencana membangun ruang peradilan semu (moot court) berstandar modern. Langkah ini secara apik melengkapi capaian infrastruktur fakultas sebelumnya, yakni bantuan dua ruang kelas dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga serta fasilitas creative lounge dari Pegadaian Syariah yang berhasil terwujud lewat tangan dingin Guru Besar FSH, Prof. M. Asrorunniam Sholeh.

​Rektor Pimpin Langsung Gerakan Dana Abadi

​Tidak hanya memikirkan infrastruktur fisik, kesejahteraan ekonomi mahasiswa turut menjadi sorotan tajam. Sebanyak Rp223 juta dialokasikan khusus ke rekening Dana Abadi untuk menyokong beasiswa mahasiswa yang menghadapi tantangan finansial. Gerakan yang bergulir sejak 2023 ini mendapat dorongan kuat dari Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar.

​Di atas panggung temu alumni, sang Rektor memantik semangat kepedulian dengan menyumbang Rp50 juta. Sontak, langkah ini memicu rentetan kebaikan dari alumni lainnya. Lukmanul Hakim kembali merogoh kocek Rp50 juta, disusul Guspardi Gaus (Rp25 juta), Yasardin dan Muhaya (masing-masing Rp20 juta), Burhan beserta istri (Rp20 juta), hingga Gojali dan Yayuk Afiyanah (masing-masing Rp10 juta), serta belasan alumni lain dengan nominal beragam.

​”UIN terus berlari mengembangkan kualitas akademik dan non-akademik,” ujar Rektor. Kampus kebanggaan ini baru saja menyabet peringkat 29 dunia versi QS Ranking untuk subjek Theology, Divinity, and Religious Studies.

Meskipun ekspansi predikat kampus hijau dan internasionalisasi terus berjalan cepat, Rektor memastikan pihak kampus tetap memprioritaskan bantuan agar tidak ada mahasiswa yang putus studi karena kendala biaya.

​Tiga Langkah Strategis Prof. Muhammad Maksum

​Momentum gemilang ini selaras dengan visi strategis fakultas. Dekan FSH UIN Jakarta, Muhammad Maksum, menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan potensi alumni secara maksimal demi pengembangan fakultas.

​”Peningkatan peran alumni terhadap kampus dan mahasiswa menjadi salah satu perhatian kami,” papar Prof. Muhammad Maksum. Ia kemudian membedah tiga program utama yang dirancang untuk mewujudkan sinergi tersebut:

  1. ​Alumni Peduli: Program andalan untuk mendongkrak kualitas sarana prasarana fakultas serta menyokong mahasiswa yang membutuhkan. Program ini menjelma dalam bentuk nyata seperti pembangunan smart class, suntikan Dana Abadi, dan inisiatif alumni asuh.
  2. Road to Career: Mahasiswa tidak lagi dilepas begitu saja untuk menebak masa depannya. Mereka mendapat pendampingan karier langsung dari para senior. Sebagai contoh, mahasiswa yang bermimpi memegang palu keadilan akan dimentori langsung oleh alumni yang kini sukses menjadi hakim.
  3. Pengelolaan Data Alumni: Menginjak usia ke-59 tahun, sebaran alumni FSH di berbagai sektor strategis semakin masif. Sebagai wujud apresiasi sejarah sekaligus merawat memori institusi, FSH kini tengah memproses program Galeri dan Museum yang akan merangkum seluruh dokumen serta kiprah pahlawan fakultas sejak masa berdiri hingga era modern.

​Sinergi apik antara rektorat, dekanat, dan jejaring alumni ini membuktikan satu hal mutlak: FSH UIN Jakarta bukan sekadar tempat singgah untuk menimba ilmu, melainkan rumah besar yang tak pernah luput merangkul keluarganya.

Donasi setengah miliar ini barulah garis awal, karena kepedulian dari satu generasi ke generasi berikutnya dipastikan akan terus mengukir jejak kebaikan di masa mendatang.***

Pos terkait