Viral Lokasi ‘Uji Nyali’ Koperasi Merah Putih, Menkop Janji Evaluasi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan mengenai laporan masyarakat terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). - Kemenkop
Lokasi Koperasi Merah Putih viral karena disebut berdiri di bukit, sawah, hingga dekat kuburan. Menkop Ferry Juliantono berjanji melakukan evaluasi.

Lokasi sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP mendadak menjadi sorotan setelah warganet membagikan bangunan koperasi yang dinilai berada di tempat janggal. Program yang semestinya mendekatkan akses ekonomi warga justru memantik tawa, kritik, dan tanda tanya.

Sorotan publik muncul dari beberapa daerah. Di Kendal, Jawa Tengah, KDKMP Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo, disebut berdiri di kawasan perbukitan, jauh dari permukiman warga, dengan akses yang dinilai tidak mudah dijangkau.

Di media sosial, lokasi itu memicu komentar bernada satire. Ada yang menyebutnya “Koperasi View Gunung”, ada pula yang menjulukinya “Koperasi Cardio Gratis” karena warga seolah harus berolahraga dulu sebelum bisa menjangkau layanan koperasi.

Bacaan Lainnya
Dari Bukit hingga Uji Nyali

Sorotan lain datang dari Kota Pasuruan, Jawa Timur. Sebuah video viral memperlihatkan bangunan KDKMP Kelurahan Tumenggungan disebut berada di dekat area pemakaman. Lokasi ini pun memancing komentar warganet karena dianggap lebih cocok menjadi tempat “uji nyali” ketimbang pusat ekonomi warga.

Narasi satir itu menyebar cepat karena menyentuh akal sehat publik. Koperasi yang seharusnya menjadi ruang transaksi warga, pemasaran produk desa, dan distribusi kebutuhan pokok justru dipertanyakan karena lokasinya disebut tidak ramah akses.

Temuan serupa juga ramai dibahas di Batang, Jawa Tengah. KDKMP Desa Kalirejo, Kecamatan Bawang, tampak berdiri di tengah hamparan sawah. Publik kemudian mempertanyakan siapa sasaran utama koperasi itu jika bangunan tidak berada dekat pusat aktivitas warga.

Di Ngawi, Jawa Timur, lokasi KDKMP Desa Kerek juga menjadi sorotan karena disebut berada dekat tepi sungai. Posisi ini memunculkan kekhawatiran soal keamanan lahan, terutama jika kawasan tersebut rawan longsor saat musim hujan.

Kemenkop Janji Koreksi

Kementerian Koperasi merespons sorotan publik tersebut. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan setiap laporan warga menjadi bahan penting untuk mengevaluasi pelaksanaan KDKMP di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi setiap postingan, laporan, dan masukan dari masyarakat. Ini adalah bentuk perhatian besar yang sangat kami hargai dan menjadi bahan penting untuk perbaikan KDKMP ke depan,” ujar Ferry, dikutip dari ANTARA, Selasa, 19 Mei 2026.

Ferry menegaskan bantuan informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti. Kemenkop, kata dia, segera melakukan koreksi menyeluruh terhadap berbagai hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program koperasi tersebut.

“Bantuan informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Kemenkop segera melakukan koreksi secara menyeluruh terhadap berbagai hal yang perlu diperbaiki,” kata Ferry.

Program KDKMP sebelumnya disiapkan sebagai simpul ekonomi desa dan kelurahan. Koperasi ini diharapkan menjadi penyerap produk desa, hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga produk UMKM, dikutip dari BITV.

Dalam tahap awal, pemerintah mulai mengoperasikan 1.061 KDKMP di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Rinciannya, 530 unit berada di Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah, mengutip laporan Investor.

Sorotan ini menunjukkan pengawasan publik menjadi bagian penting dari pelaksanaan kebijakan. Evaluasi lokasi diperlukan agar Koperasi Merah Putih benar-benar dekat dengan rakyat, bukan membuat warga harus mendaki bukit, menembus sawah, atau melewati suasana “uji nyali” hanya untuk mengakses layanan ekonomi.***

Pos terkait