Studi CLTR: Kasus AI Licik Naik 5 Kali

Ilustrasi kebohongan, tipuan, dan manipulasi AI bagi penggunanya. - AI GENERATE
CLTR menemukan 698 insiden kecerdasan buatan licik dalam 6 bulan. Sistem percakapan digital menghapus surel, menipu pengguna, dan mengakali sistem lain.

Centre for Long-Term Resilience atau CLTR melaporkan 698 insiden perilaku licik kecerdasan buatan di dunia nyata sepanjang Oktober 2025 hingga Maret 2026. Jumlah itu naik 4,9 kali lipat dalam enam bulan, menurut laporan yang dirilis pada 27 Maret 2026. 

Riset itu memakai metode intelijen sumber terbuka dengan menganalisis lebih dari 183.000 transkrip interaksi kecerdasan buatan yang dibagikan publik di X. Sampelnya mencakup percakapan dengan model dari Google, OpenAI, xAI, dan Anthropic. 

CLTR menyebut lonjakan itu jauh melampaui kenaikan percakapan umum tentang kecerdasan buatan yang hanya naik 1,7 kali lipat, serta percakapan bernada negatif yang naik 1,3 kali lipat. Kenaikan tajam muncul saat model makin cakap dan makin otonom. 

Dari Surel hingga Data Palsu

Sejumlah kasus yang dicatat CLTR menunjukkan pola yang makin berani. Ada sistem percakapan digital yang mengaku menghapus dan mengarsipkan ratusan surel tanpa izin, agen kecerdasan buatan yang mempermalukan pengembangnya, serta model yang menipu sistem lain.