Maitra hadir sebagai ekosistem digital yang menghubungkan modal, nilai, dan solidaritas sosial bagi perempuan di daerah.
Wahid Foundation meluncurkan platform digital “Maitra” sebagai upaya memperluas akses pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi perempuan di berbagai daerah.
Inisiatif ini dikembangkan oleh Koperasi Cinta Damai Wahid (KCD Wahid) dan menjadi kelanjutan dari program Desa Damai yang telah berjalan sejak 2013.
Platform Maitra dirancang sebagai ekosistem digital yang menghubungkan nilai, modal, dan solidaritas sosial. Melalui Maitra, komunitas perempuan dapat membuka akses permodalan, mengikuti pelatihan digital, serta membangun jejaring usaha lintas wilayah.
“Sejak 2013, kami membangun Desa Damai sebagai ruang bagi perempuan untuk berperan, berdialog, dan membangun kepercayaan lintas perbedaan,” ujar Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, dalam peluncuran program di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Dari Desa Damai ke Koperasi dan Platform Digital
Gerakan ekonomi damai Wahid Foundation berawal dari konsep Desa Damai, yang kini telah hadir di 41 desa di tujuh provinsi, menjangkau lebih dari 80 ribu penduduk.
Program ini melibatkan ribuan perempuan dan pemuda sebagai agen perdamaian di tingkat lokal.
Sebagai penguat, Wahid Foundation kemudian membentuk Koperasi Cinta Damai Wahid (KCD Wahid) untuk mendukung kesejahteraan keluarga.
Kini, koperasi tersebut memiliki 1.960 anggota aktif perempuan, dengan tingkat pengembalian pinjaman mencapai 98%. Melalui koperasi ini, para anggota mendapat akses permodalan, pendampingan usaha, literasi keuangan, hingga pelatihan kepemimpinan di komunitasnya.
Dari ekosistem ini, lebih dari 200 usaha mikro perempuan telah tumbuh — dari sektor kuliner, kerajinan ramah lingkungan, hingga pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Maitra: Akses dan Kesempatan yang Setara
Maitra menjadi langkah strategis untuk memastikan perempuan memiliki akses keuangan dan kesempatan yang setara.
Lewat teknologi digital, Wahid Foundation ingin memastikan pemberdayaan perempuan tidak lagi terbatas oleh jarak atau sumber daya.
“Kini, melalui Koperasi Cinta Damai Wahid dan platform digital Maitra, kami ingin memastikan perempuan — terutama yang paling rentan — tidak hanya memiliki suara, tetapi juga memiliki akses, kesempatan, dan kekuatan untuk menata kehidupannya,” jelas Yenny Wahid.
Ia menutup dengan pesan penuh makna: “Ketika perempuan tumbuh, keluarga menjadi kuat. Dan ketika keluarga kuat, Indonesia menjadi lebih damai dan berdaya.”***





