Menkeu Purbaya Tolak Tax Amnesty, Siapkan Insentif Tarik Dolar WNI Kaya dari Luar Negeri

Ilustrasi. - Sora/Samudrafakta
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegas menolak tax amnesty lanjutan. Ia siapkan insentif berbasis pasar untuk menarik dolar WNI kaya dari luar negeri, demi cadangan devisa dan stabilitas ekonomi.

__________

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rencananya untuk menghentikan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty, dan fokus menarik kembali dana dolar warga negara Indonesia (WNI) yang disimpan di luar negeri.

DPR RI, melalui Badan Legislasi bersama Kemenkumham dan PPUU DPD RI, sebelumnya menetapkan RUU Pengampunan Pajak tetap masuk dalam Prolegnas Prioritas 2025. Keputusan ini disepakati dalam rapat 17–18 September di Kompleks Parlemen, Senayan.

Bacaan Lainnya

Menurut Purbaya, tax amnesty justru menciptakan moral hazard di kalangan wajib pajak. “Kalau dua tahun ada tax amnesty, itu akan memberi insentif kepada orang-orang untuk kibul-kibul. Mereka akan pikir, dua tahun lagi ada tax amnesty lagi. Jadi, itu bukan sinyal yang bagus,” ujarnya ,di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat malam (19/9).

Ia menilai pemerintah harus konsisten dalam penegakan hukum dan pengelolaan pajak. “Yang pas adalah jalankan program-program pajak yang betul, collect yang betul. Kalau enggak ada yang salah dihukum, tapi kita jangan meres gitu,” tegasnya.

Purbaya juga menekankan penerimaan pajak sebaiknya dipakai langsung untuk kepentingan rakyat. “Kalau udah punya duit, ya dibelanjain,” tambahnya.

Di sisi lain, Purbaya tengah mematangkan skema insentif berbasis pasar untuk menarik simpanan dolar WNI dari luar negeri agar masuk kembali ke Indonesia. “Ini tentang rencana bagaimana menarik uang-uang dolar yang orang suka taruh di luar supaya balik ke sini. Tapi, masih belum matang, masih kita matangkan lagi,” jelasnya usai bertemu Presiden Prabowo, Jumat (19/9).

Rencana itu diprediksi bisa dijalankan dalam sebulan ke depan. Pemerintah menyiapkan imbal hasil dan instrumen menarik agar dana dolar lebih nyaman disimpan di perbankan dalam negeri. “Kira-kira akan ada insentif di mana orang Indonesia lebih suka naruh uang dolar di sini dibanding di luar,” katanya.

Pos terkait