Tiap Tahun 1.600 Orang Indonesia Mati Akibat Paparan Asbes

Ilustrasi asbes putih. | iStockphoto
WHO memperingatkan bahaya mematikan dari asbes—yang disebut sebagai penyebab utama kanker akibat kecelakaan kerja. Australia melarang total, tapi Indonesia masih menggunakannya. Dan industri asbes melawan upaya pelabelan bahaya.

__________

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut paparan asbes dapat memicu kanker paru-paru, laring, ovarium, serta mesotelioma.

Setiap tahun, menurut WHO, sekitar 1.600 orang di Indonesia dan lebih dari 200.000 orang di dunia meninggal akibat penyakit terkait asbes.

Bacaan Lainnya

WHO mencatat, lebih dari 70 persen kematian kanker akibat kerja disebabkan oleh asbes.

Australia Melarang, Indonesia Masih Pakai

Australia telah melarang penggunaan asbes selama lebih dari 20 tahun dan aktif mengkampanyekan pelarangan global, khususnya di Asia Tenggara. Namun, Indonesia masih menggunakannya.

Pada Maret 2025, Mahkamah Agung memerintahkan produk asbes diberi label peringatan bahaya setelah gugatan LPKSM.

Industri Asbes Melawan

Kelompok industri asbes, Fibre Cement Manufacturers’ Association (FICMA), menolak putusan MA. Mereka menggugat kelompok perlindungan konsumen dan aktivis, menuding krisotil atau asbes putih tidak berbahaya dan cepat terurai di saluran pernapasan.

FICMA menuntut ganti rugi satu persen dari Rp9,7 miliar per bulan, denda Rp5 juta per hari, serta permintaan maaf di TV nasional dan media cetak.

Lobi Internasional di Balik Gugatan

Pengamat menilai gugatan ini bagian dari upaya membungkam gerakan pelarangan asbes, didukung lobi industri internasional dari Rusia, China, dan Kazakhstan.

Indonesia merupakan importir asbes terbesar ketiga di dunia dengan 150.000 ton per tahun, seluruhnya krisotil. Sekitar 13 persen rumah di Indonesia dan 50 persen rumah di Jakarta beratap asbes.

Data Kematian Diduga Tidak Lengkap

Meskipun data resmi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencatat tidak ada kematian terkait asbes dan hanya enam klaim kompensasi. Namun, berdasarkan perkiraan Phillip Hazelton dari Union Aid Abroad, dikutip dari ABC, lebih dari 1.000 orang meninggal di Indonesia setiap tahun akibat paparan asbes.
“Namun, mengingat penggunaan asbes di Indonesia meningkat dalam 20 tahun terakhir, kami perkirakan puncaknya baru akan terjadi beberapa dekade mendatang,” ungkap Philip.***

Pos terkait