Perang Belum Usai: Iran Siapkan Balasan Berlapis untuk AS dan Israel

Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi. | Atta Kenare/AFP
Iran memastikan operasi pembalasan atas serangan AS dan Israel akan terus berlanjut hingga kedua negara tersebut menyerah. “Setiap agresi akan dibayar mahal,” kata Mousavi, komandan angkatan perang Iran.

_________

Di tengah gemuruh konflik yang tak kunjung reda, Mayor Jenderal Sayyid Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, bersumpah bahwa Iran tidak akan pernah mundur dari misi menghukum Amerika Serikat (AS) atas agresi brutal yang dilancarkannya terhadap Iran. 

“Amerika yang jahat harus tahu, ketika kami menghukum anak haramnya yang agresor, mereka telah membuka tangan para pejuang Islam untuk bertindak terhadap kepentingan dan tentaranya. Kami tidak akan pernah mundur,” tegas Mousavi, seperti dilansir Press TV pada Selasa, 24 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Mousavi—yang menggantikan Mayjen Mohammad Bagheri yang tewas dalam serangan udara Israel pada 13 Juni—menegaskan bahwa Iran akan terus melancarkan operasi pembalasan terhadap rezim Zionis Israel dengan kekuatan penuh, hingga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu benar-benar “tak berdaya.” 

Dalam video yang dirilis sehari sebelumnya, Senin (23/6), usai peluncuran fase ke-21 Operasi True Promise III, ia memastikan bahwa operasi ini akan berjalan tanpa henti. “Kejahatan Amerika dan Israel tidak akan dibiarkan begitu saja, berapa pun kerusakan yang mereka timbulkan,” katanya.

Mousavi tak hanya menyasar Israel, tetapi juga menuding AS sebagai aktor utama yang kini terang-terangan terlibat langsung dalam perang melawan Iran. 

“Dengan terus mendukung rezim Zionis yang biadab, Amerika telah menanggalkan topengnya. Ini kejahatan terbuka terhadap bangsa kami,” ujarnya. Ia menyebut keterlibatan Presiden AS Donald Trump sebagai upaya putus asa untuk menyelamatkan Netanyahu, yang digambarkannya sebagai “proksi gagal” AS di Timur Tengah. 

“Trump, setelah menyaksikan keruntuhan Netanyahu di bawah beban kekalahan, memutuskan memberi pernapasan buatan melalui tindakan sembrono ini,” sindirnya.

Konflik ini bermula dari agresi Israel yang dimulai pada 13 Juni 2025, yang memicu respons keras dari Iran. Sejak saat itu, militer Iran telah meluncurkan 21 gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah pendudukan Israel. 

Pos terkait