Menurut informasi yang berserakan di media sosial, khususnya postingan di platform X, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi disebut menuding Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan dan PDIP sebagai pihak di balik isu keterlibatannya dalam kasus judi online alias judol. Benarkah klaim itu? Mari kita cek.
__________
Narasi itu, salah satunya, diunggah oleh akun @Naz_lira pada 21 Mei 2025. Akun itu menyebutkan bahwa seorang jurnalis senior mengirimkan rekaman pembicaraan di mana Budi Arie secara terbuka menuding Budi Gunawan dan PDIP sebagai aktor yang memframing dirinya terkait kasus tersebut.

Postingan lain dari @Harjomulyo1738 dan @un_dreilukas juga mengulang narasi serupa, menyebutkan bahwa Budi Arie menuding Budi Gunawan dan PDIP secara eksplisit.

Namun, dalam laporan dari Poskota tertanggal 21 Mei 2025, Budi Arie Setiadi justru enggan memberikan komentar langsung ketika ditanya mengenai isu framing oleh Budi Gunawan yang dinarasikan di media sosial. Ia hanya memberikan respons singkat dengan gestur menolak, yang menunjukkan bahwa ia tidak secara terbuka mengkonfirmasi tudingan tersebut dalam wawancara resmi.

Sementara itu, tidak ada bukti konkret dari sumber resmi—seperti pernyataan pers atau dokumen hukum—yang mengkonfirmasi Budi Arie secara eksplisit menyebut nama Budi Gunawan dalam konteks tuduhan tersebut, sebagaimana klaim di media sosial.
Informasi dari postingan X tidak dapat dianggap sebagai bukti faktual tanpa konfirmasi lebih lanjut, karena sifatnya sering kali tidak diverifikasi.
Nama Budi Arie Setiadi memang muncul dalam dakwaan kasus judol di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 14 Mei 2025. Dia disebut menerima jatah 50 persen dari praktik penjagaan situs judi online.
Namun, Budi Arie telah membantah keterlibatannya. Kata dia, tuduhan tersebut adalah “narasi jahat”. Dia mengeklaim tidak mengetahui praktik tersebut selama menjabat sebagai Menkominfo.
Salah satu terdakwa, Zulkarnaen Apriliantony, juga membantah keterlibatan Budi Arie. Kata dia, Budi Arie tidak tahu-menahu soal kasus tersebut.





