Prabowo Klaim MBG Dorong Perputaran Ekonomi, Bagaimana Akademisi Menilai Program Andalan Presiden Itu?

Ilustrasi. | Samudra Fakta
Presiden Prabowo mengeklaim jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah. Bagaimana akademisi menilai klaim ini?

__________

Prabowo menyatakan yakin MBG menggerakkan roda perekonomian karena, menurut dia, ada peredaran uang di desa yang meningkat hingga 4-5 kali lipat setelah program tersebut berjalan.

“Peningkatan 400 persen, 500 persen. mungkin belum pernah terjadi di negara manapun dalam waktu-waktu belakangan ini,” kata Prabowo, kala menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025, di SD Negeri Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 2 Mei 2025.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, pada Rabu, 23 April 2025, Presiden mengungkapkan bahwa program makan bergizi gratis mampu meningkatkan peredaran uang di desa-desa. Peredaran uang itu, kata dia, mencapai berkali-kali lipat, sekitar Rp6 – 8 miliar, dari semula Rp1 miliar, yang berasal dari dana desa.

“Minimal (Rp) 5 (miliar), (Rp) 6 (miliar). Ada yang (Rp) 7 (miliar), ada yang (Rp) 8 miliar. Bayangkan. dari (Rp) 1 miliar naik ke (Rp) 6 miliar, atau dari (Rp) 1 miliar naik ke (Rp) 5 miliar saja, itu kenaikan 500 persen dalam satu tahun,” kata Prabowo, dalam acara peluncuran Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu, 23 April 2025.

Menurut Prabowo, perputaran uang sebanyak itu terjadi lantaran program MBG menyerap komoditas di daerah masing-masing sebagai menu.

“Tiap hari, untuk memberi makan anak-anak, Badan Gizi Nasional butuh beli telur, beli ayam, beli ikan, beli sayur, beli tomat, beli wortel, beli timun. Ini ekonomi desa, ekonomi kecamatan hidup,” ucap dia.

Lalu, bagaimana pandangan akademisi terhadap klaim Prabowo itu?

Sesuai Tujuan Syariat dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sekadar mengingatkan, MBG yang mulai dijalankan serentak sejak 26 Januari 2025 memproyeksikan empat tujuan utama, yakni menyiapkan sumber daya yang unggul, menurunkan angka stunting, menurunkan angka kemiskinan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat, untuk mewujudkancita-cita generasi emas 2045.

Menurut Guru Besar Ilmu Ekonomi Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Suryani, program MBG sejatinya menerapkan prinsip tujuan atau maqashid syariah Islam.

“Program MBG sangat relevan dengan hifdzu al-nafs (memelihara jiwa/hak hidup—red.) yang mencakup segala kebutuhan dasar yang diperlukan untuk kelangsungan hidup—pemeliharaan jiwa yang bersifat mendesak—yakni pemenuhan kebutuhan pokok berupa makanan untuk mempertahankan hidup dan kebutuhan lainnya, sehingga memperpanjang siklus hidup manusia,” kata Suryani, dalam keterangan tertulisnya kepada Samudra Fakta, dikutip Ahad, 10 Mei 2025.

Pos terkait