Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi turun gunung ikut mengampanyekan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) yang dia dukung. Ketua DPP PDI Perjuangan Ronny Talapessy menilai, langkah Jokowi tersebut menunjukkan jika elektabilitas kandidat yang didukungnya menurun.
Jokowi dikabarkan bakal turun gunung ikut kampanye akbar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Jakarta nomor 01, Ridwan Kamil-Suswono atau RIDO, yang sesuai agenda bakal dihelat pada Sabtu, 23 November 2024. Sementara itu, pada Sabtu pekan lalu, 16 November 2024, dia juga turun langsung dalam kampanye pemenangan Cagub-Cawagub Jawa Tengah nomor urut 02, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen.
“Melihat Jokowi turun gunung, itu tanda elektabilitas RK dan Luthfi memang sedang terancam dan merosot. Survei-survei terakhir kan memang hasilnya saling susul menyusul,” kata Ronny, dalam keterangannya, Selasa (19/11/2024).
Menurut penilaian Ronny, dengan adanya peran langsung Jokowi pada Pilgub Jakarta dan Pilgub Jateng, itu menandakan jika strategi PDI Perjuangan dalam memenangkan pasangan Cagub-Cawagub Jakarta Pramono Anung-Rano Karno serta pasangan Cagub-Cawagub Jawa Tengah Andika Perkasa-Hendrar Prihadi berjalan dengan baik.
“Terbukti di Jakarta dan Jateng, dari survei awal kami tertinggal cukup jauh, ternyata mulai menyalip dan memimpin. Jadi, kami akan terus bekerja keras menyapa rakyat, dari pintu ke pintu,” katanya.
Ronny juga menegaskan jika tim pemenangan Pramono-Rano Karno di Jakarta dan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi di Jateng terus militan turun ke masyarakat.
Kata dia, di sisa waktu kampanye ini PDIP akan semakin intens bergerak untuk meyakinkan calon pemilih bahwa calon-calon yang diusung Partai Banteng memang figur-figur terbaik.
“Putra-putri terbaik di republik ini, individu-individu yang sudah teruji kerja-kerjanya, yang memang punya kualitas dan kualifikasi sebagai pemimpin,” kata Ronny.
“Pada akhirnya rakyat yang akan menentukan nanti,” tegas Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional DPP PDIP tersebut.
Pada bagian lain, Politikus Partai Gerindra—yang kandidatnya didukung juga oleh Jokowi—Andre Rosiade mengaku tak ambil pusing dengan komentar yang menyebut elektabilitas Ridwan Kamil menurun. Menurutnya, semua berhak berkomentar di negara demokrasi.
“Ya, semua orang kan berhak mengomentari apa pun. Ini, kan, negara demokrasi. Yang jelas, menurut kami, ya, Pak Jokowi punya hak ya pilihan politik untuk menentukan dukungan,” kata Andre di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 November 2024.
“Karena Pak Jokowi merupakan bagian rakyat Indonesia, siapapun juga, termasuk teman-teman wartawan, juga punya hak kalau ingin memberikan dukungan kepada Kang Emil. Jadi kalau orang yang berkomentar apapun ya kita hormati komentar,” sambungnya.***





