Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, menargetkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Jakarta nomor 01, Ridwan Kamil (RK)-Suswono, bisa meraup dukungan 58 persen suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta, seperti ketika Prabowo-Gibran memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu.
Jokowi sendiri memberikan sinyal bakal ‘turun gunung’ ikut kampanye akbar terakhir RK-Suswono pada 23 November 2024 nanti.
Bila Jokowi benar-benar turun dalam kampanye akbar RK-Suswono, maka itu adalah yang kedua kalinya dia turun ikut kampage paslon dalam Pilgub. Sebelumnya Jokowi ikut dalam kampanye pasangan Cagub dan Cawagub Jawa Tengah nomor urut 02, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, di Purwokerto, pada Sabtu, 16 November 2024.
Ridwan Kamil sendiri diketahui sempat mengunjungi Jokowi di Solo. Dalam kunjungan tersebut, RK disebut-sebut minta support dari Jokowi untuk kampanye pemenangannya.

Jokowi mengaku mendukung RK-Suswono karena sudah kenal dan tahu rekam jejak keduanya.
“Artinya, secara rekam jejak ada, secara ilmu ada. Kurang apa lagi? Mau pilih yang mana lagi? Iya, kan? Betul?” kata Jokowi, di Kaizen Heritage, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2024).
Jokowi mengaku mengenal Ridwan Kamil sebagai sosok yang punya ilmu di bidang arsitektur dan perencanaan kota. Dengan kedua ilmu, menurut Jokowi, RK bisa membuat Jakarta menjadi makin tertata, baik pemukimannya maupun manusianya.
“Yang paling penting, beliau ditunjang dengan ilmu. Pak Ridwan Kamil adalah lulusan Teknik Arsitektur ITB, dan meraih gelar master di bidang urban design dari Berkeley. Dalam urban desain, ada ilmu perencanaan kota, city planning, lanskap kota, dan sebagainya,” katanya.
Jokowi juga menyebut Ridwan Kamil telah berpengalaman dalam birokrasi pemerintahan, karena dua kali menjadi kepala daerah di Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat.
Menurut Jokowi, yang punya pengalaman memimpin Kota Surakarta dan DKI Jakarta, memimpin daerah bukanlah hal mudah. Karena itu, untuk bisa menjadi pemimpin, seseorang calon perlu punya rekam jejak yang jelas.
“Pak Ridwan Kamil, pertama, pernah menjadi wali kota (Bandung). Dalam lingkup manajemen kecil, mengelola kota itu tidak mudah, dan beliau sudah memiliki pengalaman itu. Yang kedua, dalam lingkup manajemen yang lebih besar, yaitu sebagai gubernur (Jabar), beliau juga punya pengalaman,” kata Jokowi.
Jokowi, di hadapan massa yang hadir, memberi empat target kepada Ridwan Kamil. Pertama adalah pengentasan kemacetan. Kedua, penyelesaian banjir. Dan target ketiga adalah tata ruang dan terakhir adalah polusi.
“Masalah utama Jakarta, dari dulu sampai sekarang, sedikit demi sedikit mulai terselesaikan. Masalah tersebut meliputi kemacetan, banjir, tata ruang, dan tambahan satu lagi, yaitu polusi,” kata Jokowi.
Dia juga menargetkan agar perolehan pasangan Ridwan Kamil dan Jokowi adalah 58 persen. Dia berkaca pada perolehan suara pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, yang semula ditarget 51, persen namun melonjak tajam menjadi 58,5 persen.
“Jika kita bergerak bersama dengan semangat yang benar, insyaallah Jakarta bisa seperti Pilpres. Dulu, bayangan kita hanya akan mendapat 51 persen, tapi ternyata hasilnya 58,5 persen,” kata Jokowi.***





