Presiden Prabowo Berapi-api dalam Pidato Perdana: Beri Apresiasi untuk Seluruh Presiden Indonesia

Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di kompleks parlemen, Jakarta, Ahad (20/10). Foto:Tangkapan Layar BTV
Presiden Prabowo Subianto tampil penuh semangat dalam pidato perdananya sebagai Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2024-2029, Ahad (20/10/2024). Di hadapan para pejabat negara, undangan, dan rakyat yang hadir, Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh presiden yang pernah memimpin Indonesia, mulai dari Presiden Sukarno hingga Joko Widodo.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa setiap presiden telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa. Dari masa kemerdekaan hingga era modern, ia menyebutkan peran penting para pemimpin Indonesia yang telah meletakkan fondasi kuat bagi negara.

“Kita tidak boleh melupakan jasa para pemimpin kita,” tegas Prabowo dikutip dari tayangan akun Youtuber BTV. Ia mengenang bagaimana Presiden Sukarno dan Mohammad Hatta membawa Indonesia keluar dari penjajahan.

Sementara itu, ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Presiden Soeharto yang, menurutnya, berhasil menjaga stabilitas ideologi Pancasila dan keamanan nasional selama masa jabatannya.

Bacaan Lainnya

Prabowo juga menyebut Presiden B.J. Habibie sebagai sosok visioner yang meletakkan dasar-dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Pak Habibie memberi kita visi tentang pentingnya teknologi bagi masa depan bangsa,” tambahnya.

Tak ketinggalan, Prabowo juga mengingatkan tentang pentingnya peran Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Gus Dur, ujarnya, mengajarkan bangsa ini untuk menghargai perbedaan.

Presiden Megawati Soekarnoputri, lanjut Prabowo, juga dikenang karena berhasil memulihkan perekonomian Indonesia setelah krisis 1998. Ia menekankan bagaimana di bawah kepemimpinan Megawati, sejumlah perusahaan yang terpuruk dapat bangkit kembali.

Selanjutnya, Prabowo menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pemimpin yang tenang di tengah tantangan berat seperti bencana tsunami dan konflik di Aceh. Ia memuji perjanjian damai yang berhasil dicapai di bawah kepemimpinan SBY bersama Jusuf Kalla, yang mengakhiri konflik berkepanjangan di provinsi tersebut.

Pos terkait