Taklimat Presiden Prabowo: ITS Siap Perkuat Riset, Industri, dan STEM

Para guru besar dari seluruh Taklimat Presiden Prabowo Subianto, Kamis, 15 Januari 2026 lalu. Foto:Dok Humas ITS
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan komitmennya untuk terus terlibat aktif dalam pembangunan nasional. Komitmen itu ditunjukkan Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD beserta jajaran pimpinan usai Taklimat Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026 lalu.

Rektor ITS Bambang Pramujati mengatakan, taklimat tersebut menjadi forum pengarahan strategis antara Presiden dan komunitas akademik. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, hingga guru besar, baik dari kampus negeri maupun swasta.

“Forum ini dirancang sebagai ruang konsolidasi pemikiran antara negara dan akademisi,” ujar Bambang, Selasa, 20 Januari 2026.

Guru Besar Teknik Mesin ITS itu menjelaskan, pelibatan langsung pimpinan perguruan tinggi menegaskan posisi akademisi sebagai brains of our country. Artinya, kekuatan intelektual bangsa memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk ikut menjawab tantangan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Perguruan tinggi diposisikan sebagai aktor kunci pembangunan nasional,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pembacaan situasi nasional dan global, termasuk dinamika geopolitik serta tantangan kemandirian bangsa. Salah satu penekanan utama adalah pentingnya penguatan kualitas pendidikan tinggi.

Penguatan itu mencakup peningkatan kapasitas dosen, pengembangan infrastruktur riset, serta keberlanjutan pembiayaan demi kemandirian perguruan tinggi.

Salah satu hasil konkret taklimat tersebut adalah komitmen pemerintah untuk menambah dana riset nasional dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun pada 2026. Selain itu, beasiswa pendidikan akan diformulasi ulang agar lebih luas dan berorientasi pada penguatan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Agenda ini diproyeksikan menjadi pilar penting menuju Indonesia Emas 2045.

Menanggapi hal itu, Bambang menilai ITS memiliki posisi strategis untuk mendukung agenda nasional tersebut. Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi, sains, dan seni, ITS berada di garis depan penguatan STEM dan sains terapan.

“ITS memiliki modal kuat untuk mempercepat riset terapan dan hilirisasi, khususnya di sektor pangan, energi, dan industrialisasi,” ujarnya.

Ke depan, ITS akan menajamkan portofolio riset prioritas agar selaras dengan mandat nasional. Upaya ini dilakukan melalui penguatan konsorsium riset antara kampus, industri, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar hasil riset benar-benar berdampak.

Selain itu, ITS juga akan memperkuat talent pipeline di bidang STEM serta menerapkan prinsip integrity by design dalam tata kelola. Langkah ini meliputi dukungan beasiswa, rekognisi prestasi, hingga integrasi riset dan pendidikan dengan kebutuhan industri.

Peran aktif ITS tersebut sejalan dengan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

“Semoga setiap perguruan tinggi, termasuk ITS, mampu menjawab amanat ini melalui kerja nyata yang berdampak nasional,” pungkas Bambang.***

Pos terkait