Waspada! Varian Covid-19 “Nimbus” Sudah Menyebar 22 Negara, Gejalanya Lebih Ringan tapi Gampang Menular

Ilustrasi protokol kesehatan. Foto:Istimewa
Kasus Covid-19 kembali mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Meski tak seganas saat puncak pandemi, lonjakan kasus ini tetap bikin waspada. Laporan terbaru menyebutkan bahwa varian ini sudah menyebar di 22 negara.

__________

Salah satu pakar imunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Dr Agung Dwi Wahyu Widodo dr MSi, mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. “Virusnya belum hilang. Mutasi bikin penularannya makin cepat, walau gejalanya cenderung lebih ringan. Tapi bukan berarti bisa disepelekan,” ujar Dr Agung dikutip dari laman UNAIR, Selasa, 11 Juni 2025.

Menurutnya, lonjakan kasus kali ini disebabkan oleh tiga faktor utama. Pertama, munculnya varian baru bernama NB.1.8.1 atau dijuluki “Nimbus” yang merupakan turunan dari Omicron. Kedua, imunitas masyarakat menurun seiring berjalannya waktu. Ketiga, perubahan perilaku masyarakat yang mulai abai protokol kesehatan karena merasa pandemi sudah selesai.

Bacaan Lainnya

“Varian Nimbus ini punya struktur spike protein yang beda jauh dari Omicron sebelumnya. Ini bikin antibodi dari vaksin lama tidak mampu mengenali dengan baik,” jelasnya.

Cuaca yang berubah dari panas ke hujan pun ikut memperlemah daya tahan tubuh masyarakat. Kondisi itu dinilai ideal bagi penyebaran virus, mirip dengan situasi di awal pandemi.

“Banyak yang batuk-pilek tapi tidak sadar itu Covid. Karena tidak dites, jadi tidak terdeteksi. Ini yang kami sebut sebagai infeksi lubuk,” tambahnya.

Minimnya tes dan pelacakan kontak juga memperparah penyebaran. Apalagi, vaksin COVID generasi awal dinilai kurang efektif terhadap varian baru seperti Nimbus. Maka dari itu, Dr Agung menilai pentingnya vaksin yang diperbarui secara berkala, layaknya vaksin flu musiman.

Sebagai langkah pencegahan, Dr Agung menyarankan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, tidur cukup, olahraga teratur, serta mengelola stres. Protokol kesehatan seperti memakai masker di tempat umum tetap dianjurkan.

“Kita nggak tahu kapan virus ini betul-betul hilang. Jadi lebih baik waspada dari sekarang daripada menyesal belakangan,” ujarnya.

Muncul di 22 Negara

Varian NB.1.8.1 alias Nimbus kini telah menyebar ke sedikitnya 22 negara. WHO pun menetapkannya sebagai variant under monitoring (VUM) atau varian dalam pemantauan.

Pos terkait