Waspada! Varian Covid-19 “Nimbus” Sudah Menyebar 22 Negara, Gejalanya Lebih Ringan tapi Gampang Menular

Ilustrasi protokol kesehatan. Foto:Istimewa

Menurut data dari Times of India dan Health, varian ini pertama kali terdeteksi pada akhir Januari 2025. Hingga 18 Mei 2025, sebanyak 518 sekuens Nimbus sudah dikirim ke platform GISAID, meningkat signifikan dari empat minggu sebelumnya.

“NB.1.8.1 merupakan varian SARS-CoV-2 yang sedang dipantau karena proporsinya terus meningkat secara global,” tulis WHO di laman resminya, dikutip 10 Juni 2025.

Peningkatan prevalensi tercatat di wilayah Pasifik Barat (naik dari 8,9% jadi 11,7%), Amerika (dari 1,6% ke 4,9%), dan Eropa (dari 1,0% ke 6,0%). Sementara, Asia Tenggara baru mencatatkan lima sekuens, dan belum ada laporan dari Afrika maupun Mediterania Timur.

Bacaan Lainnya

Dr Chun Tang dari Pall Mall Medical di Inggris mengungkapkan bahwa varian ini membawa sejumlah mutasi pada protein lonjakannya.

“Tanda awal menunjukkan Nimbus tidak menyebabkan penyakit lebih berat, tapi masih terus dipelajari,” katanya, dikutip dari laman CNA.

Gejala yang Muncul

Gejala infeksi NB.1.8.1 mayoritas mirip dengan subvarian Omicron lainnya. Di antaranya:

  • Batuk terus-menerus
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Hilang nafsu makan
  • Gangguan pencernaan
  • Penglihatan kabur
  • Mual atau pusing
  • Sulit berkonsentrasi
  • Hidung tersumbat
  • Sesak napas
  • Diare

Namun, gejala unik yang mulai banyak dilaporkan adalah rasa perih tajam di tenggorokan, digambarkan seperti disilet, serta kondisi hipertermia ringan yang membuat tubuh terasa hangat terus-menerus tanpa demam tinggi.

Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan gejala tersebut, apalagi jika terjadi dalam beberapa hari berturut-turut. Segera lakukan tes dan isolasi bila muncul gejala serupa, terutama bila baru melakukan perjalanan atau kontak erat dengan orang sakit.

Jaga kesehatan, jangan lengah. Covid-19 belum sepenuhnya hilang.***

Pos terkait