Alih-alih satu jalur, panitia merancang koridor luas yang membentang di seluruh ibu kota. Kendaraan akan dibatasi. Metro dan bus dikerahkan dalam kapasitas penuh. Di sekitar lokasi upacara, didirikan lima pusat layanan yang menyediakan air minum, makanan, layanan medis, dan fasilitas sanitasi.
Pada 7 Juli, giliran kota suci Qom. Pada 8 Juli, jenazah akan diterbangkan ke Irak—atas permintaan berulang dari para pemuka agama dan tokoh politik Irak—untuk prosesi di Najaf dan Karbala. Dan pada 9 Juli, tepat bertepatan dengan malam peringatan wafatnya Imam Sajjad, Khamenei akhirnya akan dikebumikan di Makam Imam Reza, Mashhad—kota kelahirannya.
Mengapa Butuh 126 Hari?
Penundaan selama lebih dari empat bulan bukanlah keputusan yang diambil ringan. “Pemakamannya dijadwalkan jauh lebih awal tetapi berulang kali ditunda karena alasan keamanan—sebagian karena seluruh kepemimpinan politik akan hadir,” demikian laporan Bernama.
Kalkulasi risikonya sederhana namun mengerikan: dalam satu ruangan, hampir seluruh elite politik dan militer Iran akan berkumpul. Serangan susulan—baik dari AS, Israel, atau musuh internal—bisa melumpuhkan negara dalam satu pukulan.
Namun ada faktor lain yang lebih personal. Putra Khamenei sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, dilaporkan terluka parah dalam serangan yang sama. Ia diangkat sebagai pemimpin tertinggi baru seminggu setelah kematian ayahnya, namun sejak itu tidak pernah muncul di publik. Spekulasi tentang kesehatannya dan keberadaannya terus bergulir. Sekretaris panitia pemakaman, Ali-Akbar Pourjamshidian, bahkan mengakui: “Masalah kehadiran Pemimpin Tertinggi bukanlah wewenang atau pengetahuan saya.”
Ketidakpastian tentang pemimpin baru—apakah ia akan hadir dalam pemakaman ayahnya sendiri—menjadi simbol dari ketidakpastian yang lebih besar: dapatkah Republik Islam bertahan tanpa Khamenei?
700 Tenaga Medis dan 4 Rumah Sakit Lapangan
Dengan 20 juta orang diprediksi memadati jalanan, persiapan logistiknya luar biasa. IRGC mengerahkan empat rumah sakit lapangan dengan kapasitas 60 tempat tidur masing-masing, 30 ambulans, dan 25 pusat pertolongan pertama. Lebih dari 700 tenaga medis—dokter, perawat, paramedis—akan disiagakan 24 jam. Layanan ambulans udara juga disiapkan.





