1.008 Ojol Perempuan di Surabaya Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Ojol perempuan di Surabaya
Pelatihan yang diberikan Pemkot Surabaya kepada ojol perempuan. (Dinkominfo Surabaya)

Ida menegaskan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, agar pengemudi ojol perempuan dapat mengurangi waktu bekerja di jalan dan memiliki sumber pendapatan dari rumah. “Memang arahan Pak Wali adalah agar perempuan Ojol ini mengurangi waktunya di jalan. Jadi boleh berkegiatan tetap menjadi Ojol, tetapi lebih dikurangi waktunya,” ujarnya.

Menurut Ida, proses pemberdayaan membutuhkan waktu karena hasil pelatihan tidak dapat langsung meningkatkan pendapatan peserta. “Memang perlu proses dan waktu, tidak serta-merta setelah kita lakukan pelatihan kemudian mereka bisa lepas dengan peningkatan ekonominya signifikan,” katanya.

Ia mengakui tantangan terbesar adalah membangun semangat dan daya juang peserta. Sebab, penghasilan sebagai pengemudi ojol dapat diperoleh setiap hari, sedangkan usaha hasil pelatihan membutuhkan proses hingga berkembang. “Mungkin salah satu faktornya adalah kalau ojol itu dia setiap hari langsung dapat uang. Nah, kalau kegiatan yang sudah kita latih itu kan pasti butuh proses,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ida juga menceritakan pendampingan terhadap pasangan suami istri pengemudi ojol yang anaknya membutuhkan pengobatan rutin. Pemkot memberikan berbagai bentuk bantuan, mulai dari pelatihan menjahit, bantuan mesin jahit, hingga membuka peluang usaha dan pekerjaan padat karya. Namun, hasilnya belum sesuai harapan karena masih terkendala semangat berusaha.

“Jadi memang proses ini kan ndak serta-merta. Sudah kita kasih bantuan mesin jahit sampai diletakkan di rumahnya. Nah ini ternyata tidak seperti (harapan) yang kita kira. Jadi tiap bulan kita tanya pendapatan berapa. Ternyata stuck, tetap seperti semula,” tuturnya.

Menurut Ida, penguatan motivasi dan daya juang menjadi pekerjaan rumah bersama agar program pemberdayaan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga pengemudi ojol perempuan. “Nah itu yang masih menjadi salah satu PR-nya buat kami,” tandasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan