Tim Hukum AMIN Minta MK Hadirkan Menkeu dan Mensos untuk Ungkap Dugaan Politisasi Bansos  

Bambang Widjojanto, salahs satu anggota Tim Hukum Anies-Muhaimin, menyebut delapan menteri dan satu wakil menteri diduga dilibatkan Presiden Jokowi dalam kampanye pemenangan Prabowo-Gibran, dalam sidang perselisihan hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (27/3/2024). FOTO: Tangkapan Layar Youtube Kompas TV

“Timbul pertanyaan, dalam kapasitas apa Presiden Joko Widodo menggunakan BIN (Badan Intelejen Negara) untuk mengetahui data survei dan arah partai politik? Apakah sebagai kepala pemerintahan, pelaku politik, atau yang terafiliasi dengan kepentingan calon?” kata BW di persidangan.

BW juga menduga, Jokowi menggerakkan sejumlah menterinya untuk mengampanyekan Prabowo-Gibran.

“Jokowi juga menggerakan atau setidak membiarkan beberapa anggota menteri kabinet terlibat dalam kampanye paslon 02, serta pejabat negara lainnya,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya

Bambang menyebut sederet nama menteri Jokowi yang menurutnya membantu kampanye Prabowo-Gibran. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto disebut BW telah melakukan politisasi bansos kepada warga Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Kemudian, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan disebut mendukung Prabowo-Gibran di berbagai media. BW juga menyebut Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia yang mendampingi Gibran berkampanye di Papua pada Jumat, 26 Januari 2024; juga mendirikan gerakan relawan untuk mendukung paslon nomor urut 02.

“Menteri BUMN Erick Thohir tidak pernah cuti maupun mundur dari jabatannya selaku menteri, walaupun terbukti melakukan serangkaian kampanye,” kata Bambang.

Nama menteri lain yang disebut tim Amin membantu Gibran adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Menurut BW, Yaqut pernah mengatakan siap memberikan tambahan suara 4 persen untuk Prabowo-Gibran. “Ia mengatakan akan memberikan pengarahan terhadap penyuluh agama di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Bambang menyebut pula Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang diduga mengerahkan bimbingan teknis ke berbagai daerah untuk menggalang dukungan. Menkominfo Budi Arie Setiadi juga disebut menggalang dukungan untuk Prabowo-Gibran. 

“Menteri Perindustrian Agus Gumiwang juga melakukan penggalangan,” kata Bambang.

Sedangkan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Raja Juli Antoni, menurut Bambang, mempolitisasi program pemerintah dengan membagikan sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan wakaf. 

“Raja Juli menyebut masyarakat memberikan dukungan selamat kepada Prabowo-Gibran,” ujarnya.◼︎

Pos terkait