Cak Imin Mengaku Tak Tertarik ‘Nyagub’ di Jatim, Gerindra Siapkan Pendamping Khofifah untuk Geser Emil Dardak

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (kiri) mengaku tidak tertarik maju di Pilgub Jatim. Sementara Partai Gerindra menyatakan menyiapkan kader untuk mendampingi Khofifah Indar Parawansa (kanan) sebagai cawagub dalam Pilgub Jatim 2024. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Prabowo Subianto dikabarkan telah menginstruksikan jajaran di Jatim untuk mulai memanaskan mesin di Pilkada tingkat kabupaten/kota maupun Pemilihan Gubernur. Apabila partai berlambang burung garuda tersebut benar-benar mengajukan calon, maka artinya posisi Emil Dardak—Ketua DPD Partai Demokrat Jatim yang sempat digadang-gadang bakal kembali diduetkan dengan Khofifah—bakal tergeser.

“Ada perhatian dari Ketua Umum, supaya pada Pilkada nanti banyak mengusung kader internal,” kata Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad, dialnsir dari Tribunnews, Rabu (17/4/2024).

Anwar menambahkan, Gerindra ingin memprioritaskan kader untuk diusung. Apalagi, kata dia, apabila meningat hasil positif di Pemilihan Legislatif, pasca-naiknya kursi Gerindra dari 15 kursi menjadi 21 kursi di DPRD Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Dengan perolehan kursi sebanyak itu, Gerindra menjadi partai yang dengan kursi terbanyak dibandingkan partai lain dalam poros Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung Khofifah di Pilgub Jatim saat ini. Dengan demikian, menurut Anwar, itu cukup memiliki nilai tawar dalam pembicaraan antar mitra koalisi.

“Di legislatif, Gerindra sudah sangat terlatih. Di empat edisi pemilu, grafik kenaikan kursi selalu naik, termasuk di Jawa Timur. Artinya, kami pada posisi sudah bisa meyakinkan pemilih untuk menitipkan harapan perjuangan di legislatif,” tandasnya.

“Sehingga, sudah waktunya bagi kader-kader Gerindra tidak hanya berkiprah di legislatif. Namun, sekarang sudah saatnya untuk mulai masuk di eksekutif (kepala daerah),” kata Anggota DPRD Jatim empat periode ini.

Terkait siapa kemungkinan sosok yang diajukan oleh Gerindra, di Pilgub Jatim, Anwar Sadad hanya menjawab secara diplomatis. Dia hanya mengatakan bahwa Gerindra memiliki banyak kader yang saat ini berada di kursi legislatif hasil Pemilu 2024—baik yang terpilih di jenjang DPRD Jatim  maupun DPR RI.

Di tingkat DPR RI ada nama musisi nasional Ahmad Dhani, pengusaha Bambang Haryo Soekartono, Imron Amin, hingga Anwar Sadad sendiri.

“Ada 14 orang anggota DPR RI, 21 Anggota DPRD Provinsi, atau bahkan 218 anggota DPRD Kabupaten/kota. Silakan saja Bu Khofifah memilih,” kata Anwar Sadad.

Namun demikian, Anwar Sadad menegaskan, usulan dari Gerindra tersebut tidak menjadi harga mati yang harus disetujui seluruh partai koalisi.

Gerindra, kata dia, akan mementingkan hasil pembicaraan yang mengakomodasi seluruh kepentingan mitra koalisi.

Sebagaimana diketahui, para partai koalisi turut mengusulkan sejumlah kader internal untuk menjadi Wakil Gubernur pendamping Khofifah.

Misalnya, Demokrat yang mengusulkan Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak, sementara Golkar turut mendengungkan nama Ketua DPD Golkar Jatim Sarmuji.

“Partai Gerindra tidak menjadikan target politik jabatan sebagai sesuatu yang fokus. Namun, bagaimana menjalin komunikasi kepada semua elemen masyarakat,” tandas Anwar Sadad.◼︎

 

Pos terkait