Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan akan menindak perusahaan yang hanya mendaftarkan karyawan pada satu program jaminan sosial. Pemerintah menggelontorkan Rp48,6 triliun per tahun untuk iuran 96,8 juta peserta PBI.
Pemerintah akan menertibkan perusahaan yang sengaja mengabaikan kewajiban membayar iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawannya. Langkah ini diambil setelah ditemukan praktik perusahaan yang hanya mendaftarkan pekerja pada satu program jaminan saja.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapkan temuan itu saat mengunjungi Kantor BPJS pada Rabu (1/7/2026). Ia menyebut praktik tersebut sebagai bentuk pengakalan kewajiban yang merugikan posisi pekerja.
“Masih banyak perusahaan yang hanya menggunakan salah satu, kalau enggak BPJS Ketenagakerjaan saja atau BPJS Kesehatan,” kata Cak Imin, sapaan akrabnya.
Soal penertiban, Cak Imin menegaskan bahwa jaminan sosial bertumpu pada semangat gotong royong tiga pihak. “Ini harus kita tertibkan, karena pada dasarnya ini adalah kebersamaan pemerintah, perusahaan swasta, kemudian masyarakat,” katanya.
Dana PBI Rp48,6 Triliun Per Tahun
Pemerintah menggelontorkan sekitar Rp48,6 triliun setiap tahun untuk membayar iuran bulanan 96,8 juta peserta Penerima Bantuan Iuran. Cak Imin meminta Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan merapikan data peserta agar dana itu tepat sasaran.
“Transisinya harus baik. Data ini betul-betul semua terlayani, terutama yang kena katastropik, terutama cuci darah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa BPJS Kesehatan telah menyelamatkan banyak nyawa, khususnya bagi masyarakat yang berjuang melawan penyakit katastropik berbiaya tinggi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga keberlanjutan program ini.
Hingga berita ini ditulis, BPJS Kesehatan belum memberikan keterangan terpisah mengenai jumlah perusahaan yang akan ditertibkan.
“Kerja sama pihak-pihak ini harus merapatkan barisan terus untuk menjaga agar BPJS Kesehatan ini terus tumbuh menjadi raksasa gotong royong yang bermanfaat untuk seluruh keluarga kita,” kata Cak Imin.***





