Gen Z Bisa Jadi Agen Perubahan
Di sisi lain, Prof Tika melihat generasi Z memiliki potensi besar berkontribusi memperkuat tata kelola zakat. Literasi digital dan kesadaran teknologi yang mereka miliki dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan mengkaji secara kritis melalui platform yang tersedia.
“Harapannya, Gen Z bisa menjadi sosok yang mampu mengubah paradigma masyarakat di masa kini, dengan mempersuasi bahwa zakat tidak lagi dipandang sebagai kewajiban yang ditunaikan di akhir masa, melainkan sebuah gaya hidup yang diutamakan sejak awal,” tuturnya.
Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi ritual tahunan saat Ramadan, tetapi instrumen strategis yang didorong oleh generasi muda untuk mewujudkan keadilan sosial yang berkelanjutan.***





