Zakat untuk Keadilan Sosial, tapi Tata Kelolanya Masih Lemah

Ilustrasi zakat fitrah. - Canva
Gen Z Bisa Jadi Agen Perubahan

Di sisi lain, Prof Tika melihat generasi Z memiliki potensi besar berkontribusi memperkuat tata kelola zakat. Literasi digital dan kesadaran teknologi yang mereka miliki dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan mengkaji secara kritis melalui platform yang tersedia.

“Harapannya, Gen Z bisa menjadi sosok yang mampu mengubah paradigma masyarakat di masa kini, dengan mempersuasi bahwa zakat tidak lagi dipandang sebagai kewajiban yang ditunaikan di akhir masa, melainkan sebuah gaya hidup yang diutamakan sejak awal,” tuturnya.

Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi ritual tahunan saat Ramadan, tetapi instrumen strategis yang didorong oleh generasi muda untuk mewujudkan keadilan sosial yang berkelanjutan.***

Bacaan Lainnya

Pos terkait