Kondisi jalan lurus yang monoton sering kali memicu kelelahan mental dan hilangnya kesadaran singkat pada pengemudi.
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, para pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko microsleep dan highway hypnosis. Kedua kondisi ini sering terjadi tanpa disadari, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh dengan rute yang cenderung lurus dan monoton.
Dede Nasrullah, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), menjelaskan bahwa meski jalur pegunungan yang berkelok terasa lebih menantang, jalan lurus yang membosankan justru lebih berisiko memicu kelelahan mental.
Highway hypnosis adalah keadaan di mana pengemudi berada dalam kondisi setengah sadar akibat situasi berkendara yang terlalu monoton. Sementara itu, microsleep merupakan episode singkat hilangnya kesadaran atau perhatian yang biasanya berlangsung hanya dalam hitungan detik namun sangat fatal jika terjadi di kecepatan tinggi.
“Gejala highway hypnosis antara lain rasa kantuk, menurunnya konsentrasi, pikiran kosong, hingga kelopak mata terasa berat,” ujar Dede pada Kamis (19/3/2026).
6 Tips Mencegah Gangguan Kesadaran Saat Menyetir
Agar tetap fokus selama perjalanan mudik, Dede membagikan beberapa langkah preventif bagi para pengemudi:
- Jaga Komunikasi: Melakukan percakapan ringan dengan penumpang dapat membantu otak tetap aktif dan terjaga.
- Istirahat Berkala: Jangan memaksakan diri. Berhenti sejenak di rest area untuk mengistirahatkan tubuh dan saraf mata.
- Konsumsi Kafein atau Camilan: Minuman berkafein atau mengunyah permen dapat membantu meningkatkan fokus dan mengurangi kebosanan.
- Jangan Makan Terlalu Kenyang: Porsi makan yang berlebihan sebelum berangkat dapat memicu rasa kantuk yang hebat.
- Variasikan Pandangan: Sesekali alihkan pandangan ke pemandangan luar kendaraan (tetap waspada) agar pikiran tidak jenuh dengan marka jalan.
- Hindari Zat Berbahaya: Pastikan tidak mengonsumsi alkohol atau obat-obatan yang memiliki efek samping mengantuk.
Selain langkah-langkah di atas, Dede menekankan pentingnya kecukupan waktu tidur, yakni sekitar tujuh hingga sembilan jam, sebelum memulai perjalanan jauh agar tubuh tetap bugar dan siap menghadapi kepadatan arus mudik.***





