Viral Balita Hipotermia saat Diajak Ortu Naik Gunung, Apa Kata Dokter?

Tangkapan layar petugas SAR menyelamatkan bayi yang diduga mengalami hipotermia saat diajak orang tuanya mendaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. ISTIMEWA/Gambar diolah ulang menggunakan AI
Kasus balita 1,5 tahun yang hipotermia saat diajak mendaki Gunung Ungaran memicu sorotan. Dokter anak mengingatkan bayi dan balita sangat rentan di lokasi bersuhu ekstrem.

Kabar tentang balita berusia 1,5 tahun yang mengalami hipotermia saat diajak orang tuanya mendaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, viral di media sosial. 

Peristiwa itu terjadi di kawasan Puncak Bondolan pada Sabtu, 11 April 2026, ketika cuaca tiba-tiba memburuk disertai hujan deras hingga suhu tubuh anak menurun drastis dan tim SAR turun memberi penanganan. 

Video kejadian itu salah satunya diunggah akun Instagram Kabarungaran. Dalam rekaman yang beredar, balita tersebut tampak menangis keras sebelum petugas menyelimutinya dengan selimut darurat, menenangkan korban, lalu mengevakuasinya turun dari gunung.

Bacaan Lainnya
Anak Kecil Paling Rentan

Dokter Spesialis Anak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya, Gina Noor Djalilah, menjelaskan hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah batas normal, yakni sekitar 35 derajat Celsius. Kondisi ini muncul saat tubuh kehilangan panas lebih cepat dibanding kemampuannya menghasilkan panas. 

“Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat dibandingkan kemampuannya untuk menghasilkan panas. Pada bayi dan anak kecil, risiko ini jauh lebih tinggi karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka belum berkembang sempurna,” kata Gina Noor Djalilah, Dokter Spesialis Anak FK Universitas Muhammadiyah Surabaya, Selasa (14/4/2026). 

Menurut Gina, daerah pegunungan memiliki suhu lebih rendah dan angin lebih kencang, sehingga panas tubuh anak lebih cepat hilang.

Risiko itu makin besar karena anak kecil memiliki lapisan lemak tubuh lebih sedikit, belum mampu menggigil efektif untuk menghasilkan panas, dan masih sepenuhnya bergantung pada perlindungan orang tua. 

Gejala Jangan Dianggap Biasa

Gina mengingatkan orang tua untuk mewaspadai kulit dingin, pucat atau kebiruan, anak tampak lemas, mengantuk berlebihan, tangisan melemah, serta napas dan detak jantung yang melambat. Pada kondisi berat, hipotermia bisa menyebabkan penurunan kesadaran dan berujung pada gangguan pernapasan, gangguan jantung, kerusakan organ, bahkan kematian. 

Pos terkait