“Selama pembicaraan, Bapak Prabowo mengatakan tentang keberlanjutan. Jadi, apa yang sudah dilakukan Presiden sebelumnya pasti akan dilanjutkan oleh Presiden Prabowo. Dan pasti akan ditambah lagi, digencarkan lagi kerja sama antara Indonesia dengan Korea,” ucapnya.
Gibran juga menyorot pentingnya dukungan Korea Selatan terhadap pendidikan vokasi di Indonesia. Ia berharap Korea Selatan dapat berkontribusi melalui kerja sama antara sekolah-sekolah vokasi di Indonesia dengan perusahaan-perusahaan otomotif seperti Hyundai, khususnya dalam bidang perakitan dan pembuatan baterai.
“Karena Indonesia ini banyak sekali anak mudanya. Kita ingin sekolah-sekolah vokasi kita bisa bekerja sama dengan Hyundai, misalnya untuk perakitan atau terkait pembuatan baterai. Kita ingin sekali kerja sama ini direkatkan,” imbuhnya.
Sementara itu, PM Han Duck-soo mengapresiasi tingginya investasi Korea Selatan di Indonesia. Ia berharap hubungan kerja sama di berbagai bidang dapat terus diperkuat dan dilanjutkan di bawah pemerintahan yang baru.
“Korea Selatan menempati posisi tinggi sebagai negara yang berinvestasi ke Indonesia. Kami pikir upaya-upaya seperti ini akan terus dilanjutkan dalam pemerintahan baru di Indonesia,” kata PM Han.
“Korea Selatan menempati posisi tinggi sebagai negara yang berinvestasi ke Indonesia. Kami pikir upaya-upaya seperti ini akan terus dilanjutkan dalam pemerintahan baru di Indonesia,” ucapnya.
Dalam pertemuan tersebut, PM Han didampingi oleh Wakil Perdana Menteri Pertama Republik Korea Kim Hong-kyun dan Penasihat Kebijakan Luar Negeri Perdana Menteri Tae Jun-youl, serta Penanggung Jawab Urusan Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia Park Soo-deok dan Direktur Protokol, Sekretariat Perdana Menteri Seo Kwang Hyeon. Sementara, Wapres Gibran didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika dan Direktur Asia Timur, Kementerian Luar Negeri Arifianto Sofiyanto.
Sebelumnya, Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan (Korsel), Park Jin, menyatakan bahwa Korsel berkomitmen menjaga perdamaian dan mengembangkan perekonomian bersama Indonesia dan negara-negara kawasan.





