Peringatan Hari Santri Nasional atau HSN tahun 2024 ini bisa dikatakan sangat penting karena bertepatan dengan momentum dimulainya pemerintahan Prabowo-Gibran—Presiden dan Wakil Presiden baru yang punya beberapa janji untuk kalangan pesantren di masa kampanye dulu.
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22/2015 tentang Hari Santri. Dan ini adalah salah satu warisan penting dari masa pemerintahannya.
Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya, Gibran Rakabuming Raka, yang baru saja dilantik, pun punya janji untuk “menjaga marwah” legasi pendahulunya tersebut. Pada masa kampanye lalu, keduanya berjanji pesantren bakal mendapatkan manfaat dari program-program kerja mereka.
Janji tersebut tertuang dalam dokumen visi misi Prabowo-Gibran—dokumen setebal 88 halaman itu—yang tersebar saat masa kampanye Pilpres 2024.

Dalam dokumen tersebut ada poin bernama “Penguatan Sistem Peningkatan Kualitas SDM”, yang tertuang dalam Misi atau Asta Cita 4. Di situ Prabowo-Gibran menyatakan komitmen mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren, sekaligus menjadikannya sebagai motor penggerak pembangunan karakter dan pengetahuan.
Setidaknya ada lima program Prabowo-Gibran untuk merealisasikan janji tersebut.
1. Dana Abadi Pesantren
“Dana abadi pesantren ini adalah mandat undang-undang,” kata Gibran dalam acara deklarasi pencalonan dalam Pilpres 2024, di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2023.
Beberapa bulan kemudian, Senin, 5 Februari 2024, Gibran—ketika itu sedang berkampanye—berjanji menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kapasitas santri agar bisa bersaing dan mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya dengan menjanjikan Dana Abadi Pesantren.
Janji tersebut dilontarkannya di hadapan alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kala itu dia meminta agar para santri ikut mengawal program-program pemerintahannya jika terpilih, terutama program untuk santri dan pesantren.
”Ini saya minta tolong dibantu mengawal program-program yang terkait dengan pondok ataupun santri. Salah satunya program dana abadi pesantren. Harapannya nanti bisa segera dieksekusi. Bisa segera disalurkan ke pondok-pondok,” kata Gibran waktu itu.
Program Dana Abadi Pesantren merupakan implementasi UU 18/2019 tentang Pesantren dan Peraturan Presiden 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.
Pembentukan Dana Abadi Pesantren disebut sebagai langkah strategis. Diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap infrastruktur pendidikan, kesejahteraan guru dan santri, serta memperkuat keterlibatan pemerintah dan sektor swasta di pesantren.
Dana Abadi Pesantren diarahkan untuk memperkuat peran lembaga pendidikan agama ini sebagai lembaga pendidikan unggul, yang tidak hanya mengajarkan aspek keagamaan, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kecerdasan emosional.
2. Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Santri Pesantren
Prabowo-Gibran juga menjanjikan peningkatan kesejahteraan bagi guru dan santri, mencakup pemberian insentif, pengembangan profesionalisme guru, dan pemenuhan sarana dan prasarana yang mendukung lingkungan belajar yang kondusif. Dengan cara ini, mereka berharap kualitas pendidikan di pesantren dapat terus meningkat.
Prabowo-Gibran juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pengembangan pesantren, dengan membuka pintu bagi investasi dan dukungan finansial. Dengan skema tersebut, mereka berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, memperkuat infrastruktur pesantren, dan memajukan kurikulum yang relevan.
3. Peningkatan Kapasitas Santri di Era Industri Digital
Pada masa kampanye lalu, Gibran juga pernah berjanji bakal mempersiapkan sejumlah program khusus bagi santri yang akan dijalankan saat mereka terpilih.
Beberapa program khusus itu, antara lain, adalah pendidikan tentang kecerdasan buatan atau articisial inteligence (AI), analisis data, perbankan, dan ekonomi syariah.
”Santri pasti memiliki akhlak yang baik. Tetapi, saya juga ingin nanti ke depan, santri-santri ini bisa mengikuti tantangan zaman dan juga memenuhi kebutuhan industri,” kata Gibran dalam janji kampanyenya.
4. Makan Bergizi Gratis untuk Santri
Gibran juga berjanji memberikan makan bergizi gratis untuk santri di pesantren—sebagai bagian dari program makan siang gratis untuk anak sekolah yang menjadi andalannya bersama Prabowo.
Gibran menilai jika santri merupakan bagian dari generasi emas yang perlu mendapatkan perhatian dari mulai asupan gizi hingga bidang pendidikan.
“Jangan pernah dipandang sebelah mata. Santri dan santriwati adalah bagian dari generasi emas yang akan memimpin Indonesia di masa mendatang,” kata Gibran di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Tangerang, Senin, 4 Desember 2023.
5. Program Kartu Indonesia Pintar di Pesantren
Prabowo dan Gibran juga berjanji melanjutkan program Kartu Indonesia Pintar dan memperluas cakupan program hingga ke pesantren dan perguruan tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan pondok pesantren. Mereka juga berjanji bakal memberikan beasiswa bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Janji di atas tercantum dalam aspek “Memperkuat Pendidikan, Sains, dan Teknologi”, salah satu poin dalam Asta Cita Nomor 4.
“Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” demikian bunyi janji kampanye itu.
Setelah keduanya resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Ahad, 20 Oktober 2024, saat ini tinggal menunggu realisasi janji-janji itu.*





