Kendali Whoosh Dialihkan ke Kemenkeu, Beban Cicilan Rp1 T per Tahun

Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. (Dok. KCIC)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pengalihan kendali Whoosh ke entitas misi khusus. Pengelola baru akan menanggung cicilan utang hingga 80 tahun ke depan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pengalihan pengendalian operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Entitas baru di bawah kementeriannya akan mengambil alih PT Kereta Cepat Indonesia China pada 15 September 2026.

Mengenai kandidatnya, Indonesia Investment Authority dan PT Sarana Multi Infrastruktur menjadi calon utama penerima pengalihan ini. Pemerintah sedang mengkaji apakah kedua badan ini dilibatkan bersama atau cukup menunjuk satu pihak pengelola.

“Kalau segini saja cukuplah ditangani oleh satu entitas misi khusus di bawah Kementerian Keuangan,” kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta pada Selasa, 8 September 2026.

Bacaan Lainnya

Terkait pengalihan ini, badan baru tidak sekadar menerima kendali perusahaan. Pemerintah akan memindahkan tanggung jawab pengelolaan sekaligus pelunasan utang proyek jumbo tersebut kepada entitas yang ditunjuk.

Laporan Reuters menyebutkan pengalihan ini mencakup 60 persen saham pengendali milik konsorsium Badan Usaha Milik Negara. Sementara itu, perusahaan-perusahaan asal Cina tetap menguasai sisa 40 persen saham.

Restrukturisasi Utang 80 Tahun

Soal beban pembiayaan, proyek Whoosh menelan biaya sekitar USD7,3 miliar. Pembengkakan anggaran memaksa konsorsium mengajukan pinjaman tambahan, sebelum akhirnya merundingkan restrukturisasi utang pada tahun lalu.

Purbaya menjelaskan restrukturisasi tersebut menghasilkan perpanjangan jangka waktu pelunasan hingga 80 tahun. Angsuran diproyeksikan mencapai kisaran Rp1 triliun per tahun dengan potensi penyesuaian nilai secara berkala.

“Total utang besar, tapi sudah direstrukturisasi 80 tahun, cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah dari tahun ke tahun,” ujar Purbaya.

Untuk sumber pembayarannya, pemerintah belum merinci apakah cicilan dibayar murni dari pendapatan operasional atau sumber lain. Namun, salah satu entitas kandidat diklaim mampu membukukan laba rutin hingga Rp4 triliun per tahun.

Ekspansi Rute ke Jawa Timur

Menyusul perpindahan kendali, pemerintah merencanakan perpanjangan rute Whoosh sejauh 700 kilometer menuju Jawa Timur. Pejabat terkait telah membicarakan rencana ekspansi lintasan ini dengan pihak kreditur.

Respons positif dari investor membuka jalan bagi kelanjutan proyek infrastruktur transportasi massal ini di Pulau Jawa.

“Nanti kami tarik ke Jawa Timur,” kata Purbaya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan