Viral Usai Disinggung Gibran, Ini Fakta Menarik Terkait Kemenyan

ILUSTRASI ini dibikin dengan AI. | Samudrafakta
Wapres Gibran mendorong hilirisasi kemenyan, usai kunjungan ke Humbang Hasundutan. Komoditas ini ternyata jadi bahan baku parfum mewah dan produk medis di banyak negara.

__________

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti pentingnya hilirisasi kemenyan. Hal ini ia sampaikan usai mengunjungi Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara—salah satu daerah penghasil kemenyan terbesar di Indonesia.

Gibran menilai kemenyan sebanding strategisnya dengan nikel. Ia mengungkapkan, beberapa brand parfum ternama seperti Louis Vuitton dan Gucci menggunakan kemenyan sebagai bahan utama. 

Bacaan Lainnya

“Kalau nikel bisa diolah di dalam negeri, kemenyan pun seharusnya bisa,” kata Gibran.

Hilirisasi kemenyan, menurut Gibran, bukan hanya soal nilai ekonomi, tapi juga soal kedaulatan industri. Ia mendorong agar produk turunan kemenyan—seperti parfum, lilin aroma terapi, hingga bahan kedokteran—bisa diproduksi di dalam negeri.

Kemenyan: Komoditas Strategis yang Terlupakan

Kemenyan berasal dari getah tanaman Styrax benzoin. Selama ini, kemenyan Indonesia diekspor dalam bentuk mentah ke negara seperti Cina, Prancis, Bangladesh, Mesir, dan India.

Negara-negara itu mengolah kemenyan menjadi berbagai produk bernilai tinggi: parfum, kosmetik, lilin aroma, hingga bahan makanan. Di industri makanan, resin kemenyan digunakan sebagai perasa permen karet, minuman, hingga puding.

Dalam dunia medis, kemenyan digunakan sebagai bahan perekat luka dan penguat perban bedah. Sementara di bidang ritual keagamaan, gum benzoin menjadi bahan utama dupa di gereja-gereja Ortodoks Timur dan kuil Hindu di India.

Sayangnya, Indonesia masih mengandalkan ekspor bahan mentah. Potensi nilai tambah yang besar justru dinikmati negara pengimpor.

Hilirisasi: Peluang Emas dari Aroma Nusantara

Dorongan Gibran membuka peluang besar bagi industri lokal. Jika hilirisasi kemenyan serius dijalankan, Indonesia tak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga produsen global produk turunan bernilai tinggi.

Indonesia bisa menciptakan merek parfum lokal berbasis kemenyan. Industri kosmetik dan herbal nasional pun bisa mengambil bagian. Produk dengan sentuhan kearifan lokal—seperti aroma khas Nusantara—pun bisa dipasarkan ke dunia.

Pos terkait