Unair menjadi tuan rumah AUN-SAN dan VOX Meeting 2026 pada 2–5 September. Forum ini menghadirkan sekitar 50 delegasi dari 30 universitas di 10 negara ASEAN.
Universitas Airlangga (Unair) membuka ruang perjumpaan mahasiswa dari berbagai negara ASEAN melalui ASEAN University Network-Student Affairs Network (AUN-SAN) 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada Rabu (2/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) di Unair sebagai host university.
Forum tersebut berlangsung bersamaan dengan VOX (Voice, Opportunity, and eXchange) Meeting. Forum ini mempertemukan sekitar 50 delegasi dari 10 negara dan 30 universitas di kawasan ASEAN. Keduanya mengusung tema Future Skills and Global Minds yang menekankan pentingnya keterampilan dan pola pikir global dalam menghadapi tantangan masa depan.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unair, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD menjelaskan forum tersebut mengangkat sejumlah isu krusial bagi pengembangan mahasiswa. Topik yang dibahas mencakup sustainability learning initiative, strategi peningkatan student employability, serta pemanfaatan teknologi melalui literasi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, peserta membahas student mobility untuk traineeship dan studi mandiri. Menurut Prof Amin, forum tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam bidang akademik, riset, dan community development.
“Mahasiswa bisa saling belajar, termasuk dalam peningkatan kapasitas pribadi, proses pendidikan, serta integrasi AI dalam kegiatan akademik. Mereka juga dapat memahami perspektif mahasiswa dari negara lain dan beradaptasi dengan lingkungan yang beragam, sehingga semakin siap menghadapi tantangan di masa yang akan datang,” tuturnya, Selasa (1/9/2026).
Penyelenggaraan AUN-SAN yang ketujuh dan VOX Meeting yang kedua ini juga menjadi bagian dari langkah Unair untuk memperluas international exposure. Interaksi dengan mahasiswa dan mitra dari berbagai negara ASEAN diharapkan dapat memperkuat kepercayaan diri sivitas akademika sekaligus membuka jejaring baru.
Prof Amin menyebut kerja sama tersebut berpotensi berlanjut dalam berbagai bentuk, seperti student exchange, magang, internship, hingga pendampingan pendidikan pada jenjang S1, S2, dan S3. UNAIR juga dapat memperluas kolaborasi melalui guest lecture, visiting professor, riset, dan kegiatan community development.
Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan mitra internasional sejak masa kuliah dapat menjadi bekal mahasiswa ketika memasuki dunia profesional. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan empowerment bagi mahasiswa agar siap menjadi pemimpin masa depan, baik di tingkat regional maupun internasional,” ujarnya.
Prof Amin pun mengajak sivitas akademika Unair untuk memanfaatkan momentum tersebut. “Manfaatkan peluang yang ada agar kegiatan ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan jejaring sivitas akademika Unair,” pungkasnya. ***





