Pada Senin, 15 Mei 2023, pukul 11.00 WIB, Fatih datang ke kantor Kelurahan Cilandak Barat. Keperluannya untuk menanyakan pemilik kabel fiber optik yang menjerat leher Sultan. Di kantor kelurahan, Fatih ditemui oleh Hanny dan Faizal, dua orang staf kelurahan. Namun, kedua staf itu menyarankan agar Fatih langsung ke Suku Dinas Komunikasi dan Informasi (Sudin Kominfo) Jakarta Selatan.
Fatih mengikuti saran tersebut. Pukul 11.40 WIB dia tiba di kantor Sudin Kominfo Jaksel. Dia bertemu dengan staf bernama Arief dan Trias. Di situ Fatih mendapatkan keterangan bahwa Sudin hanyalah penggunan internet. Mereka mengaku tidak tahu status kepemilikan kabel fiber optik dan tiang yang mencelakaan Sultan.
Namun, ketika Fatih menunjukkan foto kabel dan tiang yang dimaksudnya, dia mendapatkan informasi dari staf Sudin Kominfo jika kedua properti tersebut sepertinya milik PT Bali Tower, sebuah perusahaan layanan insfrastruktur jaringan. Staf Sudin juga memberikan nomor orang Bali Tower yang bisa dihubungi kepada Fatih.
Tetapi, sebelum menghubungi orang Bali Tower, Fatih disarankan agar menemui staf Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Walikota Jakarta Selatan lebih dulu, untuk memastikan apakah benar kabel itu punya Bali Tower.
Fatih mengikuti saran itu. Namun, ketika sampai ke PTSP Walikota Jaksel, orang-orang di sana mengaku tidak tahu. Fatih pun ‘dilempar’ lagi, disarankan agar ke kantor PTSP Kecamatan Cilandak untuk memastikan informasi yang ia dapat.
Di kantor kecamatan, Fatih ditemui oleh Kepala Seksi Pemerintahan bernama Dewi. Tetapi Dewi juga mengaku tidak tahu siapa pemilik kabel tersebut. Namun demikian, Fatih disarankan agar menyusun kronologis kecelakaan yang terjadi pada Sultan. Fatih pun membuatnya.
Setelah kronologi tersusun, Fatih menemui Camat Cilandak Djaharuddin. Pak Camat pun menjanjikan bakal membantu menindaklanjuti laporan kronologis tersebut kepada Walikota Jaksel. Fatih pun pulang sembari menunggu kabar tindak lanjut yang dijanjikan Camat Cilandak.
Empat hari kemudian, Jumat, 19 Mei 2023, Fatih kembali ke Kantor Kecamatan Cilandak untuk menanyakan perkembangan dari tindak lanjut yang dijanjikan Camat. Pukul 09.00 Pak Camat Cilandak menemuinya. Camat mengaku sudah berkoordinasi dengan tim Walikota Jaksel, tetapi masih belum tahu tentang status kepemilikan kabel yang mencelakakan Sultan.
Tak menyerah, Fatih terus berupaya mencari siapa pemilik kabel itu. Hari itu juga mencoba mencari sumber informasi lain. Dia mencoba mencari informasi ke Sudin Bina Marga Jaksel. Pukul 10.00 WIB dia sampai Sudin.





