Sekolah tetap menggelar TKA SD 2026 meski menghadapi listrik padam, jaringan lemah, akses internet terbatas, hingga banjir.
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA jenjang SD tahun 2026 tetap berjalan di berbagai daerah meski menghadapi kendala listrik, jaringan internet, hingga tantangan geografis. Sekolah menyesuaikan teknis ujian agar asesmen tetap berlangsung sesuai standar.
Pada hari pertama, TKA SD/MI/sederajat diikuti 1.607.830 peserta di seluruh Indonesia. Ujian berlangsung serentak pukul 07.00 hingga 15.30 WIB, terbagi dalam empat sesi di sebagian besar wilayah dan tiga sesi di Indonesia bagian timur.
Di Sulawesi Tenggara, asesmen ini diikuti 2.416 satuan pendidikan yang tersebar di 17 kabupaten/kota dan dilaksanakan dalam empat gelombang. Pada hari pertama, sejumlah titik sempat mengalami pemadaman listrik dan gangguan jaringan.
Sekolah Pakai Starlink
Kendala itu direspons melalui koordinasi sekolah, pemerintah daerah, dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan. Beberapa sekolah mengatur ulang jadwal, sementara sebagian lain memindahkan pelaksanaan TKA ke sekolah dengan fasilitas lebih memadai.
Di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, keterbatasan internet pada gelombang awal diatasi dengan pemanfaatan layanan satelit Starlink. SD YPK Pison Fategomi, SD YPK Imanuel Jitmau, dan SD YPK Kambuaya menyesuaikan lokasi ujian ke titik dengan koneksi terkuat.
“Kami sangat antusias mengikuti TKA ini. Tim bekerja sama dengan baik sehingga pelaksanaan tetap berjalan lancar. Harapannya, kemampuan membaca dan berhitung murid dapat terus meningkat,” kata Kepala SD YPK Pison Fategomi Orpa Bles, Sabtu, 25 April 2026.
Di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, SD Kasih Yobel menggelar TKA untuk 95 murid kelas VI dalam tiga sesi. Sekolah menyiapkan sosialisasi guru, penguatan pembelajaran, latihan soal, serta pelibatan orang tua sebelum asesmen berlangsung.
Banjir Tak Hentikan Ujian
Tantangan berbeda muncul di Kabupaten Bungo, Jambi. Ruang kelas SDN 17/II Lubuk Landai sempat terdampak banjir, tetapi pelaksanaan TKA tetap berlangsung dengan pendampingan guru dan pengawas.





