Tips Agar Tidak Terpisah dan Tersesat di Tanah Suci, Jemaah Haji Indonesia Wajib Tahu

Ibadah haji 2025 bakal diikuti oleh jutaan jemaah dari seluruh dunia. Di tengah keramaian dan kepadatan jutaan jemaah di Tanah Suci, risiko terpisah dari rombongan dan tersesat sering kali dialami jemaah haji Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag RI) bakal memberikan perhatian khusus terkait dua persoalan yang seringkali dialami jemaah haji Indonesia tersebut.

__________

Untuk mengantisipasi dan menangani jemaah yang terpisah dari rombongannya selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, pihaknya bakal menerapkan opsi mitigasi yang beragam dan komprehensif.

Salah satu contoh yang ditekankan adalah pemanfaatan teknologi untuk membantu menemukan dan mempertemukan kembali jemaah yang terpisah dari kelompoknya.

Bacaan Lainnya

“Termasuk mitigasi jika ada jemaah yang terpisah dari rombongan agar bisa segera dipertemukan, ini bisa memanfaatkan teknologi dan sistem informasi yang kita siapkan,” ujar Menag Nasaruddin Umar, dalam keterangan persnya, Kamis, 1 Mei 2025.

Selain memanfaatkan teknologi dari Kemenag itu, jemaah haji Indonesia juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut, biar tak terpisah dari rombongan:

1. Hafalkan Lokasi dan Nama Hotel

Sebelum beraktivitas, jemaah harus memastikan dan mengetahui betul nama hotel, nomor kamar, dan alamat lengkap tempat menginap. Jangan ragu mencatatnya di buku kecil atau smartphone.

Jika perlu, bawa kartu nama hotel yang biasanya disediakan, sehingga lebih mudah menunjukkan kepada petugas jika tersesat.

2. Selalu Kenakan Identitas Diri

Selalu kenakan identitas jemaah haji, seperti gelang, ID card, atau tanda pengenal resmi dari Kemenag. Identitas ini memuat data penting, seperti nama, asal kloter, hingga nomor hotel.

Ada QR code juga di gelang yang bisa di-scan petugas, untuk langsung tahu data jemaah dan membantu dalam mengarahkan jemaah yang tersesat kembali ke rombongannya.

3. Jangan Pernah Memisahkan Diri dari Rombongan

Usahakan beraktivitas dalam kelompok. Hindari berjalan sendiri, terutama di lokasi ramai.

Koordinasikan waktu berangkat dan kembali dengan ketua rombongan. Jangan nekat jalan sendiri walau merasa hafal jalan.

4. Hafalkan Titik Temu

Tentukan titik temu bersama rombongan sebelum berangkat beribadah, misalnya di dekat pintu tertentu di Masjidil Haram.

Jika terpisah, jemaah bisa langsung menuju titik tersebut tanpa panik.

5. Bawa Peta atau Gunakan Aplikasi Peta Digital di HP

Manfaatkan teknologi. Bawa peta saku area Masjidil Haram atau gunakan aplikasi seperti Google Maps di smartphone.

Beberapa aplikasi haji juga menyediakan panduan arah dan informasi lokasi penting di Makkah dan Madinah.

6. Selalu Jaga Kesehatan

Cuaca di Arab Saudi sangat panas. Pastikan jemaah minum cukup air, menggunakan pelindung kepala, dan istirahat cukup.

Kalau badan drop, konsentrasi juga drop. Itu yang sering bikin orang malah jalan ngawur dan nyasar. Kondisi tubuh yang prima juga akan membantu jemaah lebih fokus saat beribadah dan mengurangi risiko tersesat akibat kelelahan.

7. Jangan Malu Bertanya

Jika tersesat, jangan malu bertanya kepada petugas haji Indonesia yang berjaga di banyak titik strategis, atau ke petugas keamanan setempat. Tunjukkan identitas diri agar mereka bisa membantu mengarahkan kembali ke hotel atau rombongan.

Jika bertanya ke polisi Saudi, gunakan bahasa tubuh sederhana atau tunjukkan kartu hotel.

8. Perhatikan Jadwal Bus Shalawat

Bagi jemaah yang mengandalkan Bus Shalawat—atau bus antar-jemput hotel ke Masjidil Haram—hafalkan jadwal operasionalnya.

Mengetahui waktu keberangkatan dan kepulangan bus bisa mencegah jemaah terlunta-lunta mencari kendaraan di tengah keramaian.

Pos terkait