SURABAYA–Tiga pelajar SMA Negeri dan Swasta di Kota Surabaya berhasil lolos seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Ketiga pelajar tersebut akan mewakili Surabaya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bangsa Indonesia dan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI).
Pelajar yang lolos seleksi tingkat Nasional adalah Rahdisty Syawalia Yogi, siswi kelas X SMAN 17 Kota Surabaya. Warga Kutisari Indah Utara Surabaya ini akan bertugas sebagai Paskibraka pada HUT ke-79 Bangsa Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Sementara itu, dua pelajar yang lolos seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur adalah Felicia Angel Siada dari SMA Petra 3 Surabaya dan Muhammad Naufal Azka dari SMAIT Al Uswah Surabaya.
Secara khusus, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan arahan sekaligus apresiasi kepada mereka.
“Saya titip kepada adik-adik semua, ini adalah momen yang tidak semua orang bisa merasakan. Adik-adik ini adalah orang-orang pilihan, satu langkah ke depan siap menjadi seorang pemimpin,” ujar Eri Cahyadi, dikutip Sabtu (13/7/2024).
Menurut dia, seorang Paskibraka adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Melalui pendidikan Paskibraka, mereka diajarkan tentang kedisiplinan dan hidup gotong-royong.
“Kenapa dikatakan hidup gotong-royong? Karena ketika memiliki formasi 17-8-45, jika tidak ada gotong-royong, satu kesalahan saja akan merusak semuanya. Maka di sini dibutuhkan kerjasama yang kuat,” jelasnya.
Wali Kota Eri juga berpesan kepada ketiga pelajar agar tetap menjaga kerjasama yang baik setelah selesai menjadi Paskibraka dan kembali ke sekolah atau masyarakat.
“Karena hidup tanpa kerjasama itu akan sia-sia,” tambahnya.
Setelah selesai menjadi Paskibraka, Eri berharap para pelajar itu tetap rendah hati dan tidak sombong. Sebab, ketiga pelajar ini satu langkah menjadi pemimpin mengalahkan teman-teman mereka yang ada di sekolahnya masing-masing.
“Jadi tolong pertahankan itu. Tidak ada rasa sombong, tidak ada rasa angkuh, tidak ada rasa paling hebat, dan tidak ada rasa tidak menghormati. Saya titip semua itu,” pesan dia.





