Kondisi ini turut merembet ke sektor lain. Pengamat Asuransi Wahju Rochmanti memperingatkan sentimen negatif di pasar modal berisiko menekan kinerja pengelolaan investasi perusahaan asuransi serta memperbesar selisih kewajiban aset.
Bhima mengingatkan bahwa masuknya regulasi baru sektor keuangan dapat kian mempersempit ruang gerak BI. “Selama masalah tekanan politik ke BI tidak berhenti, pengganti Perry dari internal tidak akan bertahan lama,” tuturnya.
Akankah sosok definitif pengganti Perry Warjiyo kelak mampu membentengi bank sentral dari intervensi politik dan beban fiskal, atau justru kian terseret ke dalam arus kebijakan pemerintah? Taruhannya bukan sekadar kursi kepemimpinan, melainkan tingkat kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia ke depan. Pasar kini mengawasi dengan saksama.***





