Teheran Digempur Serangan Fajar, Trump Ultimatum Khamenei, Iran Bersiap Balas 

Suasana Teheran, Iran, di tengah gempuran Israel. | Tangkapan Layar AP News
Asap dan dentuman kembali membelah langit Teheran ketika fajar belum sempurna merekah. Sementara dari Washington, Donald Trump melontarkan ultimatum paling kerasnya: menyerahlah, atau bersiap dihancurkan.

__________

Israel melancarkan serangan udara masif ke Ibu Kota Iran, Rabu dini hari, 18 Juni 2025, menandai babak baru konflik yang kian membara sejak pekan lalu. 

Setidaknya 224 orang tewas dalam serangkaian serangan yang menargetkan pusat-pusat militer dan nuklir Iran, termasuk distrik Hakimiyeh dan kawasan dekat Bandara Mehrabad.

Bacaan Lainnya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang sehari sebelumnya meninggalkan KTT G7 lebih awal, menyerukan “penyerahan tanpa syarat” dari Iran. Dalam pernyataannya yang disiarkan luas—sebagaimana dikutip dari AP News—ia menyebut mengetahui lokasi persembunyian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, tapi menegaskan belum berniat menargetkannya “setidaknya untuk sekarang.”

Israel mengklaim telah menewaskan Jenderal Ali Shadmani, komandan tinggi Garda Revolusi, dalam serangan di Teheran. Iran belum memberikan konfirmasi, namun Jenderal Abdul Rahim Mousavi menegaskan serangan balasan “belum dimulai.”

Trump memperingatkan melalui media sosial bahwa “semua orang harus segera evakuasi dari Teheran,” menyuarakan seruan militer Israel yang meminta sekitar 330.000 warga di pusat kota untuk meninggalkan daerah itu.

Teheran, dengan populasi sekitar 10 juta jiwa — setara dengan jumlah penduduk Israel — mulai sepi sejak konflik meletus. Toko-toko tutup, termasuk Grand Bazaar yang hanya tutup saat krisis besar seperti protes 2022 dan pandemi COVID-19. Jalan-jalan menuju barat Teheran mengalami kemacetan parah.

Warga Teheran, sebagaimana dilaporkan AP, dilanda kepanikan. Jalanan macet oleh kendaraan yang mengungsi keluar kota. Toko-toko tutup. Grand Bazaar — simbol ekonomi rakyat Iran — ikut mengunci pintunya. Pemerintah Iran membatasi akses internet dan komunikasi internasional, dan menuduh WhatsApp sebagai alat spionase Israel.

Di sisi lain, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan fasilitas pengayaan uranium di Natanz rusak parah. Namun, target utama Israel — situs Fordo yang tersembunyi di perut gunung — belum tersentuh.

Pos terkait