Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan Proklamasi Kemerdekaan RI menjadi pilar kebangsaan pertama sebelum Pancasila dan UUD 1945. Usulan ini disampaikan dalam Tapak Tilas Proklamasi di Jakarta.
Tag: Sejarah Indonesia
Kisah Tak Terduga di Balik Proklamasi Kemerdekaan
Menelusuri kisah Riwu Ga menyiarkan kemerdekaan dengan megafon, kesaksian Saleh Basrah, hingga cerita menegangkan Rosihan Anwar tidur berbantalkan granat.
Ruwat Agung Sukarno Digelar di Ndalem Pojok Kediri, Kenang Pergantian Nama Koesno
Konsep Tri Sakti yang diwariskan Bung Karno masih relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Tan Malaka dan Pertanyaan tentang Pancasila
Membaca kembali pemikiran Tan Malaka membuka pertanyaan kritis tentang kemerdekaan, keadilan sosial, dan relevansi Pancasila di Indonesia masa kini.
1 Juni Hanya Lahirkan ‘Istilah Pancasila’
Peringatan 1 Juni memantik kembali diskusi sejarah Pancasila: lahir sebagai istilah dalam pidato Soekarno, atau sebagai dasar negara setelah disahkan pada 18 Agustus 1945.
Fadli Zon Janjikan Buku Sejarah Terbit Agustus
Buku sejarah Indonesia terbaru karya 123 sejarawan dijanjikan bisa diakses publik mulai Agustus 2026 setelah jadwal rilisnya sempat bergeser.
Mengapa Soekarno Memilih Boedi Oetomo?
Sejarah Hari Kebangkitan Nasional menyimpan perdebatan: mengapa Boedi Oetomo dipilih, bukan Sarekat Prijaji atau Indische Partij?
Ketika Masa Lalu Muncul ke Permukaan
Video ekskavasi lama Situs Adan-Adan kembali viral — mengungkap kompleks candi Buddha abad ke-9 di Kediri yang masih setengah terkubur.
Kartini Bukan Sekadar Kebaya: Jurnalis yang Terlupakan dan Pemikiran Radikal yang Disensor
Setiap 21 April, Indonesia merayakan sosok yang tak pernah benar-benar dikenal. Di balik kebaya, tersimpan jurnalis pribumi pertama yang tulisannya membentuk opini Eropa—dan pemikiran radikal yang sengaja dikubur.
Jejak Haji Abdul Mu’thi: Penasihat Spiritual Proklamasi dan Jenderal Penjaga Akidah
Kisah Haji Abdul Mu’thi, ulama Muhammadiyah, penasihat spiritual Soekarno, dan Mayor Jenderal yang rela dipenjara penguasa demi mempertahankan prinsip keimanannya.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









