Video ekskavasi berusia tiga tahun tiba-tiba mengguncang media sosial — dan membawa serta sejumlah pertanyaan yang jauh lebih tua.
Sebuah video beredar diam-diam, lalu meledak. Rekaman itu memperlihatkan struktur batu masif, arca membeku dalam tanah, dan makara berukuran luar biasa — semua dari Situs Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Jutaan pasang mata menyaksikan, dan spekulasi mengalir deras: apakah ini candi terbesar yang pernah ditemukan di Nusantara? Jawaban singkatnya: belum tentu. Namun kisahnya jauh lebih panjang dari sekadar sebuah video viral.
Bukan Berita Baru, tapi Bukan Berarti Biasa
Ikhwan, Juru Pelihara Situs Adan-Adan, segera meluruskan. “Itu foto-foto lama waktu ekskavasi tahun 2022,” tegasnya saat ditemui di lokasi pada 8 Mei 2026.
Video yang sempat dinarasikan sebagai “penemuan mengejutkan” itu sesungguhnya adalah dokumentasi kerja tim arkeologi tiga tahun silam, yang kini kembali berputar di linimasa.
Namun lurusnya satu narasi tak mengurangi bobot sejarahnya. Situs ini mulai diteliti sejak 2016, dan ekskavasi dilakukan secara bertahap hampir setiap tahun oleh tim arkeologi nasional.

Jejak Buddha di Tanah Kadiri
Hasil penelitian mengindikasikan situs ini merupakan kompleks candi Buddha yang dibangun antara abad ke-9 hingga ke-11 Masehi.
Hipotesis itu diperkuat dengan temuan kepala arca Buddha dan fragmen stupa pada ekskavasi tahun 2020.
Dari 48 titik ekskavasi yang telah dilakukan, bangunan inti diperkirakan berukuran 21 meter. Total kawasan kompleks diperkirakan mencapai sekitar 800 meter persegi dengan pola mandala.
Sebuah tatanan kosmologis khas arsitektur Buddha kuno, dengan bangunan pusat di tengah dan teras-teras yang melingkupinya berlapis-lapis ke arah luar.





