Ikan gabus dinilai kaya albumin dan berpotensi mendukung program makanan bergizi.
Pemanfaatan ikan gabus sebagai bahan baku produk olahan kini menjadi sorotan karena memiliki kandungan nutrisi yang menjadikannya sebagai superfood. Eka Saputra SPi MSi, dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair) menjelaskan ikan gabus memiliki kandungan gizi unggul yang berpotensi mendukung kesehatan sekaligus ketahanan pangan nasional.
Definisi superfood adalah bahan pangan yang memiliki kandungan gizi unggul seperti protein, antioksidan, vitamin, dan mineral yang jarang ditemukan secara lengkap pada pangan lain. Eka mengungkapkan bahwa ikan adalah bahan pangan yang memiliki kandungan gizi lengkap.
“Ikan merupakan bahan makanan dengan kandungan gizi tinggi dan lengkap, terutama asam amino esensial atau protein. Pada ikan gabus, terdapat kandungan albumin yang tinggi sehingga menjadi nilai tambah utama,” jelasnya, dikutip Senin (11/5/2026).
Albumin merupakan protein utama dalam plasma darah yang memiliki beberapa fungsi. Di antaranya untuk mengangkut berbagai zat seperti hormon, obat, dan enzim, serta mempercepat proses penyembuhan luka pascaoperasi. Albumin dapat dikonsumsi secara langsung melalui ikan gabus utuh maupun melalui produk hasil ekstraksi seperti kapsul, sirup, hingga infus medis.
Eka juga menjelaskan bahwa albumin sebagai unsur pembangun sel yang rusak, membantu proses perkembangan balita, serta mengandung senyawa bioaktif berupa peptida. Meski demikian, proses pengolahan tetap mempengaruhi sifat albumin.
“Karena albumin merupakan protein, maka ia tidak tahan terhadap suhu tinggi. Tidak ada pengolahan yang tidak mengubah struktur kandungan gizi, tetapi pengolahan tetap penting untuk meningkatkan konsumsi ikan, menjaga mutu, dan memperpanjang masa simpan,” ujarnya.
Konsumsi junk food dan fast food semakin berkembang di tengah masyarakat. Ia menilai pengembangan produk olahan ikan gabus menjadi langkah strategis menghadirkan pangan sehat yang lebih menarik bagi masyarakat.





