Punya Kandungan Albumin Tinggi, Ikan Gabus Bisa untuk ‘Superfood’ MBG

Ikan Gabus
Eka Saputra SPi MSi, dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair). HUMAS UNAIR

Eka juga menjelaskan bahwa albumin sebagai unsur pembangun sel yang rusak, membantu proses perkembangan balita, serta mengandung senyawa bioaktif berupa peptida. Meski demikian, proses pengolahan tetap mempengaruhi sifat albumin.

“Karena albumin merupakan protein, maka ia tidak tahan terhadap suhu tinggi. Tidak ada pengolahan yang tidak mengubah struktur kandungan gizi, tetapi pengolahan tetap penting untuk meningkatkan konsumsi ikan, menjaga mutu, dan memperpanjang masa simpan,” ujarnya.

Konsumsi junk food dan fast food semakin berkembang di tengah masyarakat. Ia menilai pengembangan produk olahan ikan gabus menjadi langkah strategis menghadirkan pangan sehat yang lebih menarik bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Produk ikan gabus dapat diolah menjadi nugget, kaki naga, maupun bakso ikan sehingga lebih praktis dan diminati,” ungkapnya.

Ikan gabus memiliki potensi besar untuk didistribusikan melalui program makanan bergizi. Namun, pengembangan tersebut perlu memperhatikan ketersediaan bahan baku serta mutu produk agar kandungan gizinya tetap terjaga.

Eka berpesan kepada para orang tua tentang pentingnya diversifikasi produk berbasis ikan gabus agar sesuai dengan selera anak. “Menu harus disesuaikan dengan minat anak untuk meningkatkan nafsu makan. Olahan seperti dimsum, otak-otak, hingga variasi makanan kreatif lainnya bisa menjadi pilihan,” tuturnya. ***

Pos terkait