​Siasat Taktis PBNU Pilih Ploso untuk Munas 2026: Demi Geser Muktamar dari Lirboyo?

PBNU menetapkan Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagai lokasi Munas Alim Ulama 2026. - ISTIMEWA
PBNU resmi bakal menggelar Munas Alim Ulama 2026 di Pesantren Al-Falah Ploso Kediri. Pengamat menilai ini taktik geser Muktamar NU.

​Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 bakal berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Forum tertinggi setelah Muktamar ini terjadwal pada 20–21 Juni 2026 mendatang untuk membahas arah strategis organisasi serta berbagai persoalan keagamaan kontemporer.

​Keputusan krusial ini tertuang dalam surat resmi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar nomor 353/PB.23/A.II.08.03/99/06/2026. Kiai Miftachul menjelaskan bahwa ia telah mengomunikasikan pilihan ini kepada Ketua Umum PBNU via pesan WhatsApp sejak awal Juni lalu. Langkah cepat ini menandai keseriusan PBNU dalam mempersiapkan transisi organisasi menjelang Muktamar ke-35.

​Langkah Kompromi Menghindari Dominasi Kediri
Muhammad Izzul Haq, Pengamat Dinamika NU, mantan Ketua PCINU AS Kanada. – ISTIMEWA

Pemilihan Pesantren Al-Falah Ploso segera memicu analisis menarik dari pengamat dinamika NU Muhammad Izzul Haq, atau akrab disapa Gus Izzul, menilai keputusan ini sebagai langkah kompromi yang sangat jitu. Mantan Ketua PCINU AS-K tersebut membaca adanya dinamika penentuan lokasi Muktamar NU ke-35 di balik penunjukan Ploso sebagai tuan rumah Munas.

Bacaan Lainnya

​”Masak Munas-nya di Kediri dan Muktamar-nya di Kediri lagi? Nah, jadi ini alasan untuk mengalihkan lokasi Muktamar di luar Lirboyo kan, masak Kediri lagi? Di sinilah langkah strategis sekaligus kompromistis dengan diambilnya Ploso sebagai lokasi Munas Alim Ulama agar Muktamar tidak di Lirboyo,” ungkap Gus Izzul kepada Samudrafakta, Jumat (5/6/2026).

​Menurut analisisnya, NU selalu piawai menemukan titik temu keseimbangan di tengah tarik-menarik kepentingan. Penunjukan Ploso sebagai lokasi munas menjadi alasan yang sangat rasional bagi PBNU untuk menggeser helatan Muktamar kelak ke luar wilayah Kediri, sehingga mencegah penumpukan dua agenda akbar nasional di satu daerah.

​Usulan Gus Ipul dan Tabarruk Spiritual di Bangkalan

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa pemilihan Ploso sebenarnya murni berakar dari usulan internal para masyayikh kiai sepuh. Gus Ipul menyebut nama KH Nurul Huda Djazuli dan Gus Muhammad Alkautsar yang secara terbuka menyatakan kesiapan penuh Pesantren Ploso untuk menyambut para ulama se-Nusantara.

Pos terkait