Luthfie juga menyerukan lahirnya korporasi pertanian milik petani, agar kelembagaan petani kuat dan modern. Dan yang tak kalah penting: restorasi sumber-sumber mata air yang selama ini rusak dan terabaikan.
“Membangun sumur itu hanya solusi antara. Kalau sumbernya tidak diselamatkan, kita sedang mempercepat kematian massal atas nama pembangunan.”
Bagi Anna Luthfie, merawat alam bukan sekadar idealisme, tapi kunci agar pertanian Indonesia tidak hanya bertahan hari ini, tapi juga tumbuh untuk generasi yang akan datang.
Dan jika itu tidak dilakukan sekarang, maka yang sedang dibangun bukanlah swasembada pangan—melainkan jalan menuju bencana.***





