Berganti Nama di Ndalem Pojok
Menurut Kushartono, Pengurus Yayasan Persada Sukarno Ndalem Pojok, ketika tinggal di Ploso Kusno pernah sakit keras, hingga sempat mati suri. Saat itu Kusno masih sangat kecil. Karena saat itu tempat pengobatan masih sangat sulit ditemukan, maka dicarikanlah tabib untuk mengobati Koesno. Oleh penduduk setempat, Raden Soekeni diperkenalkan dengan seorang tabib yang bernama Den Mas Mendung.
Ternyata, yang dipanggil sebagai Den Mas Mendung ini adalah Raden Soerati Soemosewojo, yang akhirnya menjadi ayah angkat Bung Karno. Dan ternyata Raden Soemosewojo adalah sepupu Soekeni. Oleh Den Mas Mendung, Koesno dibawa ke Kediri untuk diobati di sana. Belakangan, tempat Koesno diobati di Kediri itu dikenal sebagai Ndalem Pojok, Kediri.

Ide mengganti nama Kusno menjadi Sukarno, menurut Kushartono, sebenarnya sudah terbesit saat masih di Ploso, namun baru direalisasikan di Ndalem Pojok. Selama Bung Karno kecil tinggal di Ploso, dia sering bolak balik ke Kediri.
Aktivitas bolak-balik itu dia jalani selama sekitar enam tahunan. Setelah itu Sukarno ikut keluarganya pindah ke Jl. Residen Pamudji, Mojokerto. Namun demikian, Bung Karno masih rutin mengunjungi Ndalem Pojok, terutama di masa libur sekolah. Dan Ndalem Pojok juga yang menjadi tujuan kunjungan kenegaraan pertamanya di Jawa Timur pada tahun 1946.
Itulah, banyak sekali momen-momen terkait Sukarno—yang mana sebenarnya momen-momen sangat krusial dalam perjalanannya sebagai pribadi maupun Presiden RI, yang bahkan bisa memengaruhi navigasi sejarah Indonesia—yang tidak diceritakan secara utuh oleh sejarah arus utama negara ini. Kenapa bisa demikian? Samudra Fakta tidak bisa menyimpulkan.
Namun, ada satu idiom yang dipercayai oleh sebagian besar orang saat ini; bahwa sejarah ditulis oleh pemenang, demi menyokong visi dan misi si pemenang—entah ke mana arah visi-misi itu. Oleh karena itulah terkadang sejarah tidak ditulis secara jujur.***

Sebagai pelengkap reportase ini, Samudra Fakta bekerja sama dengan Reddocs menyajikan reportese jurnalisme sinematik tentang penelusuran jejak kelahiran Sukarno di Ploso, Jombang, Jawa Timur:





