Hollywood dan platform digital pun melanjutkan pola lama itu. Dari Aladdin hingga American Sniper, Timur tetap menjadi latar eksotik, bukan pusat gagasan.
Bahkan kecerdasan buatan kini menyerap prasangka yang sama: menggambarkan Asia dengan sawah dan pasar kumuh, sementara Eropa tampil modern dan bersih.
Melawan dominasi ini bukan dengan marah, tapi dengan menulis ulang dunia. Dengan mencipta film, artikel, dan karya digital dari sudut pandang kita sendiri, Timur bisa kembali menjadi sumber cahaya, bukan sekadar bayangan.
Selengkapnya di sini.





