Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan sekolah tak pernah netral. Dari penjajahan hingga Reformasi, ruang kelas kerap menjadi jalur masuk ideologi asing yang membentuk cara berpikir generasi muda secara halus dan sistematis.
Tag: Waspadai Narasi Kolonial
Framing Sesat Soal Pesantren: Peneliti BRIN Sebut Publik “Ignoran Kebangetan”
Peneliti BRIN Amin Mudzakir menepis tudingan bahwa pesantren pro-kekerasan seksual, menyebutnya sebagai pandangan “ignoran” yang tak sesuai data faktual.
Belajar dari Descartes: Perlu Menepi dan Menjernihkan Pikiran di Tengah Banjir Informasi
Di tengah banjir informasi, filosofi Rene Descartes mengingatkan pentingnya menyaring pikiran dan meragukan sebelum percaya.
Fitnah Lama yang Berulang: Upaya Sistematis Merusak Marwah Pesantren
Ulasan tentang bagaimana fitnah terhadap pesantren yang berakar sejak masa penjajahan kini berulang lewat algoritma dan media sosial.
Media, Algoritma, dan Stigma: Siapa di Balik Framing Negatif terhadap Pesantren?
Artikel ini mengulas hasil riset Samudrafakta dan PPIM UIN Jakarta tentang rendahnya kasus kekerasan seksual di pesantren, serta dugaan adanya agenda media dan krisis etika jurnalisme yang membentuk opini negatif terhadap lembaga pendidikan Islam.
Penjajahan Masih Menetap di Kepala Orang Indonesia
Menyoroti perbedaan antara penjajahan fisik dan penjajahan pikiran, serta bagaimana bentuk baru dominasi ideologis masih menguasai kesadaran bangsa Indonesia hari ini.
Rebut Narasi Pesantren: Hentikan Propaganda Lama yang Berwajah Baru
Pesantren perlu merebut kembali narasinya dari propaganda lama ala Snouck Hurgronje, yang kini hidup lewat framing media dan algoritma digital.
Bara Modernitas Itu Menyala dari Timur
Modernitas bukan monopoli Barat. Jauh sebelum mesin uap Inggris, empu Nusantara sudah menempa logam dengan sains dan spiritualitas yang menyatu.
Keris: Teknologi, Doa, dan Tauhid dalam Satu Bilah Logam
Keris bukan benda mistik, melainkan perpaduan teknologi, doa, dan filosofi tauhid yang mencerminkan kejayaan spiritual dan intelektual Nusantara.
Zaman Penuh Cahaya Tapi Gelap: Pelajaran dari Kitab ‘Misykatul Anwar’
Kitab Misykatul Anwar karya Imam al-Ghazali menuntun manusia menemukan cahaya sejati di tengah gelapnya zaman modern — bukan dari teknologi, tapi dari hati yang bersih.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









