Pada hari yang sama, harga cabai rawit merah tercatat Rp69.750 per kilogram. Gula pasir lokal berada di kisaran Rp19.750 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah tercatat Rp20.550 per liter.
Harga cabai rawit merah telah menurun dibanding 22 Juni yang mencapai Rp83.550 per kilogram. Namun, pergerakan tersebut menunjukkan pasokan hortikultura masih sensitif terhadap perubahan produksi dan kelancaran pengiriman.
Distribusi dan Stok Daerah
Bulog menilai penyaluran SPHP menjadi instrumen untuk menjaga akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah, dan jaringan pengecer.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” kata Ahmad Rizal.
Stok beras nasional dapat menahan tekanan harga melalui bantuan pangan dan operasi pasar. Namun, instrumen itu tidak serta-merta menyelesaikan risiko pasokan cabai, gula, minyak goreng, dan komoditas lain dengan rantai pasok berbeda.
Daerah defisit pangan akan lebih cepat merasakan dampak apabila produksi dan distribusi terganggu. Pemerintah daerah menjadi penentu dalam memantau harga, menyiapkan cadangan, dan memperlancar arus pasokan antardaerah.
Badan Pangan Nasional telah memperbarui data Cadangan Pangan Pemerintah Daerah di tingkat provinsi serta kabupaten dan kota pada Juni 2026. Namun, rincian stok per daerah belum terbuka sepenuhnya untuk publik.
Keterbukaan data cadangan daerah diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui wilayah yang cukup stok, daerah yang bergantung pada pasokan luar, dan kesiapan intervensi saat harga meningkat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi,” kata Ahmad Rizal.***





