Rentetan gempa bumi kembali mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa. Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 5,3 yang berpusat di laut tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (27/6/2026) pukul 14.47 WIB dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat aktivitas gempa belum sepenuhnya mereda. Hingga pukul 15.12 WIB, sedikitnya terjadi lima gempa susulan dengan magnitudo antara M2,4 hingga M3,4. Sehari sebelumnya, Jumat (26/6/2026), kawasan yang sama telah dua kali diguncang gempa berkekuatan M2,5, masing-masing pada pukul 06.02 WIB dan 06.59 WIB. Artinya terjadi lima kali gempa susulan.
Sebagai informasi, gempa tektonik adalah getaran bumi yang terjadi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba du dalam kerak bumi. Energi ini berasal dari pergerakan atau pergeseran lempeng tektonik yang saling bertumbukan, menjauh, atau berpapasan
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa utama memiliki parameter pembaruan berkekuatan M5,3 dengan kedalaman 53 kilometer. Episenter berada pada koordinat 9.05° Lintang Selatan dan 111.11° Bujur Timur, atau sekitar 96 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur. “Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” demikian penegasan BMKG, Sabtu (27/6/2026).
BMKG menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. Hal itu diketahui dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Sementara itu, analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dipicu oleh sesar naik (thrust fault).
Getaran gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Pacitan, Wonogiri, Tulungagung, dan Blitar. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti saat truk besar melintas.
Sedangkan intensitas II MMI dirasakan di Kulon Progo, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Trenggalek, Malang, Nganjuk, Magetan, Klaten, Ponorogo, dan Jember. Pada tingkat ini, getaran hanya dirasakan sebagian orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan serta menyampaikan setiap pembaruan kepada pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat.
