Siswa SD Disuruh Belajar di Lantai karena Belum Bayar SPP, Menko PM: Masyarakat yang Kesulitan Bayar SPP Lapor Pemerintah

Seorang siswa SD di Medan, Sumatera Utara, harus mengikuti pelajaran di lantai karena belum membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama tiga bulan. Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pun meminta masyarakat Indonesia yang kesulitan membayar biaya sekolah melapor kepada pemerintah.

“Kalau ada masalah, sampaikan kepada pemerintah, baik ke pemerintah daerah, pemerintah pusat. Pasti akan kami carikan solusi,” kata Muhaimin di Jakarta, Sabtu, 11 Januari 2025.

Sebagai informasi, sebuah video yang merekam seorang siswa SD Yayasan Abdi Sukma di Kota Medan, Sumut. berinisial MI (10), yang dihukum mengikuti pelajaran dengan duduk di lantai karena menunggak pembayaran SPP, viral di media sosial.

Siswa kelas 4 SD itu disuruh gurunya duduk di lantai selama kegiatan belajar berlangsung, mulai pukul 08.00-13.00 WIB. Dia harus duduk di lantai selama dua hari, pada 6 – 7 Januari 2025, karena belum membayar uang SPP selama Oktober hingga Desember 2024.

Bacaan Lainnya

Akibat perlakuan tersebut, MI malu dan enggan masuk sekolah.

Dalam video tersebut terekam juga ketika AM, ibu dari MI, mendatangi guru SD Yayasan Abdi Sukma untuk mempertanyakan sikap guru kepada anaknya.

AM mengaku terpaksa menunggak pembayaran SPP karena tidak punya uang, sementara dana Program Indonesia Pintar (PIP) pada tahun akhir 2024 belum cair.

Menanggapi peristiwa tersebut, Cak Imin mendorong guru yang memberikan hukuman kepada MI agar diberi edukasi, supaya mengetahui tindakan pemberian hukuman tersebut salah.

Dia juga mengngatkan jika pendidikan dasar dan menengah merupakan fokus pemerintah, sehingga setiap masalah yang dihadapi masyarakat terkait fase pendidikan itu akan dicarikan solusi.

“Tidak ada pendidikan dasar menengah yang tidak kita berikan solusi. Saya jamin Presiden Prabowo sudah berkomitmen. Semua masalah yang dihadapi rakyat akan kita atasi,” katanya.***

Pos terkait