Jakarta — Puluhan ribu orang di berbagai kota besar di seluruh dunia turun ke jalan menuntut diakhirinya kekerasan di Jalur Gaza, Palestina, tepat satu tahun setelah peristiwa serangan yang memicu konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023. Demonstrasi ini juga mengecam konflik Timur Tengah yang lebih luas, saat perang antara Israel dan Gaza memasuki tahun pertamanya.

[Foto: Hatem Moussa/AP Photo]
Di Washington, lebih dari seribu orang berkumpul di depan Gedung Putih, mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan pengiriman senjata dan bantuan militer kepada Israel. Di New York City, demonstran di Times Square mengenakan syal keffiyeh, meneriakkan slogan-slogan solidaritas untuk Gaza dan Lebanon, serta menuntut embargo senjata terhadap Israel.
Protes serupa juga terjadi di Eropa. Di Roma, Italia, demonstrasi yang menarik ribuan peserta berakhir ricuh ketika puluhan pemuda melemparkan botol dan petasan ke arah polisi. Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata dan meriam air. Di Berlin, Jerman, lebih dari 1.000 orang turun ke jalan dalam aksi protes yang diwarnai dengan penangkapan 26 demonstran yang dianggap menghina Israel.

Di London, Inggris, ribuan demonstran bergabung dalam “Pawai Nasional untuk Palestina” sambil meneriakkan “hentikan pemboman warga sipil” dan “jangan sentuh Lebanon.” Aksi ini berjalan damai, meskipun 15 orang ditangkap, termasuk tiga yang dicurigai menyerang petugas darurat.





