Ngetung Batih dilaksanakan bertepatan penanggalan tahun baru 1 Muharram atau kerap disebut 1 Suro oleh masyarakat Kecamatan Dongko, Trenggalek. Rangkaian kesenian ini diawali dengan kirab dayang-dayang yang yang membawa takir plontang—yaitu makanan dalam mangkuk daun).
Mereka juga membawa tumpeng dari jalan raya Dongko menuju pendapa kecamatan. Upacara dilanjutkan dengan murwakala dengan doa bersama agar dijauhkan dari marabahaya. Lalu, dayang-dayang yang juga mengisi rangkaian prosesi menjadi perwujudan anggota keluarga yang hadir.
12. Manten Pegon (Surabaya)
Selain Ngremo, Manten Pegon juga menjadi salah satu kesenian Surabaya yang cukup dikenal masyarakat. Manten Pegon merupakan serangkaian upacara atau proses pertemuan antara mempelai laki-laki dan perempuan melalui akulturasi antara budaya Eropa (Belanda), Arab, Cina, dan Jawa.
Pelaksanaan Manten Pegon antara mempelai pria dan wanita dirias sedemikian rupa menggunakan busana panjang layaknya perempuan Eropa. Namun, tata rambut pengantin perempuan dibuat identik budaya Jawa yang menggunakan sanggul, untaian melati, kembang goyang, dan mahkota. Sedangkan, laki-laki dirias menggunakan jubah dan sorban sebagai penutup kepala yang identik budaya Arab.





